Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - Tjoeng Suwandi alias Awong tersangka kasus pemalsuan lem merk G hanya bisa tertunduk lesu ketika mengetahui akan ditahan usai menjalani
pelimpahan tahap dua di Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Rabu (21/9/2016). Sebelumnya, dalam kasus ini, penyidik Polda Jatim tidak melakukan penahanan.


Awong tiba di kantor Kejari Surabaya dengan dikawal penyidik Polda Jatim serta ditemani kuasa hukumnya yaitu Ibrahim Suryo tepat pukul 13.00 WIB. Tiba di Kejari Surabaya. Warga Jalan Raya Mulyosari 132, Kelurahan Kalisari, Mulyorejo ini langsung menjalani pemeriksaan administrasi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Novan Afianto.


Usai diperiksa, jaksa Novan langsung memutuskan untuk menjebloskan Awong ke Rutan Klas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo. Awong langsung terlihat lemas saat mengetahui dirinya akan ditahan jaksa Novan. Namun, Awong akhirnya hanya bisa pasrah menerima kenyataan tersebut.


Hal itu dikatakan Didik Farkhan Alisyahdi, Kepala Kejari Surabaya mengatakan, pihaknya memutuskan untuk menahan Awong dengan berbagai pertimbangan. "Tersangka (Awong) kami tahan dengan pertimbangan, diantaranya tersangka ditakutkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatannya," ujarnya.


Didik menjelaskan, dalam kasus ini, Awong dijerat dengan pasal 90,91dan 94 UU RI nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek. "Ancaman hukuman dalam pasal tersebut diatas lima tahun. Atas dasar itu juga kami akhirnya menahan tersangka," jelas Didik.


Sementara, Ibrahim Suryo selaku penasehat hukum tersangka mengaku tak bisa berbuat apa-apa atas penahanan kliennya, kendati sebelum ditahan pihaknya telah mengajukan permohonan penangguhan penahanan.


"Tersangka ini punya riwayat sakit jantung karena itu kami ajukan penangguhan penahanan, tapi nampaknya belum bisa dikabulkan,"kata Ibrahim diKejari Surabaya.


Kasus ini berawal saat, Ditreskrimsus Polda Jatim menggrebek gudang
milik Awong di Jalan Margomulyo Indah Mutiara, Surabaya pada Mei 2016.
Dalam penggrebekan itu, polisi berhasil menyita dua kontainer berisi
barang bukti lem merek G.


Kasus tersebut sebelumnya dilaporkan oleh PT Putra Permata Maju Perkasa, pemilik merek produk lem G tersebut. PT Putra Permata Maju Perkasa melaporkan kasus pemalsuan merek tersebut ke Polda Jatim pada Oktober 2015.(rif)

Post a Comment