Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) – Dampak pembangunan saluran tipe A jalan Jemur Ngawinan, sepanjang 600 meter dengan pelaksana PT Putra Negara sangat meresahkan warga, pasalnya semenjak adanya proyek tersebut bangunan dan jalan yang ada di wilayah RT 5 RW 02 Kelurahan Jemur Wonosari ambrol sedalam satu meter, selain itu menyebabkan kebisingan dan gempa dari dampak pemasangan paku bumi, sehingga menyebabkan warga was-was dan khawatir rumah mereka roboh, karena jarak pemasangan paku bumi dengan rumah warga hanya berjarak 3 meter.

Berdasarkan informasi dilapangan dari salah satu warga yang bernama Sugeng mengatakan bahwa ketua RW 02 kelurahan Jemur Wonosari yang bernama Prayitno sudah melaporkan masalah tersebut ke Walikota Surabaya Tri Risma Harini," Ketua RW 02 sudah melaporkan hal tersebut ke walikota tanpa konfirmasi dulu ke RT dan Lurah setempat," terangnya.

Sementara Ketua RT 5 RW 02 Arbain saat dikonfirmasi Bidik mengatakan," Proyek tersebut sangat amburadul, dampaknya sangat meresahkan warga. Apalagi saat pemaangan paku bumi, hingga membuat bangunan disekitar menjadi retak dan jalan didepan mushola menjadi ambles satu meter, walaupun sudah diurug tapi belum 100 persen, malah ada yang belum diurug sama sekali tepatnya sebelah tokoh rosi, hingga saat ini masih bisa dilalui sepeda motor,"jelasnya. Selasa (9/8).

Arbain menambahkan," Selain menyebabkan ambrol, juga menyebabkan banjir saat turun hujan karena tanah yang digalih gampang ambrol, dampak lain juga dirasakan warga Jemur Gayungan karena adanya bendungan tempat mereka banjir, kemarin mereka rame-rame membongkar bendungan tersebut. Dampak lain adalah kebisingan dan gempa yang disebabkan oleh pemasangan paku bumi, apalagi pemasangannya dimalam hari, warga jadi was-was takut rumah mereka roboh saat tidur, setiap malam saya bersama bu lurah selalu turun ke lokasi mengawasi proyek tersebut "tandasnya.

Dilain tempat Lurah Jemur Wonosari Nurul Husadaya saat dikonfirmasi mengatakan," Itu proyek nasional, setelah mendapat laporan warga lansung ta sampaikan ke Kabid Pematusan, setiap malam saya bersama pak RT setempat melakukan pengawasan, tidak ada pemasangan paku bumi, itu cuma besi plat yang berguna untuk menahan erosi tanah, dan ambrolnya tanah disitu disebabkan karena penahan kurang kuat, seharusnya besi plat yang dipasang dua saft, tetapi mereka hanya pasang satu," paparnya.

Perlu diketahui proyek pembangunan box culvert saluran tipe A yang ada jalan Jemur Ngawinan bernilai Rp 30 miliar dimana proyek tersebut mengunakan dana APBD kota Surabaya Tahun 2016, ironisnya dalam pelaksanaannya proyek tersebut terkesan asal-asalan. Karena dianggap merugikan warga. Ketua RW 02 Prayitno melaporkan hal tersebut ke Wailkota. (pan)  
     

Post a Comment