Ads (728x90)

SURABAYA – Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) merupakan persaingan pasar bebas bagi pelaku industry, begitu pula para tenaga kerjanya, saat ini ketika Era MEA berlangsung, sudah banyak sekali tenaga asing bekerja di Indonesia dan ini merupakan ancaman bagi tenaga lokal, pasalnya tenaga asing yang bekerja di Indonesia mayoritas berpengalaman dan mau di bayar murah .
   
Menurut Anggota DPRD Jatim Gatot Supriyadi ,saat ini Provinsi Jawa Timur juga tidak lepas dari bidikan para tenaga asing yang ingin bekerja di Jawa Timur, dan ini merupakan ancaman juga bagi para pekerja lokal yang ada di Jawa Timur, sehingga ini tidak bisa dianggap sepele.
    
Anggota Komisi E DPRD Jatim yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra)  ini juga melihat Daerah – daerah yang ada di Jatim seperti di Mojokerto, Madiun, Nganjuk dan Jombang hampir mayoritas masyarakat utamanya para pekerja produktif masih kurang percaya diri dalam persangan bebas di era MEA, ini terbukti banyak sekali para pemuda di daerah tersebut banyak yang mengaduh .
    
" Untuk Dinas Tenaga Kerja Jatim seharusnya gencar memberikan program latihan kerja untuk para tenaga kerja lokal yang ada di daerah utamanya daerah  pelosok, sebab masyarakat di sana sepertinya kurang percaya diri jika bekerja di perusahaan yang ada tenaga asingnya, karena diakui para pekerja lokal yang ada di daerah tersebut masih minim berpengalaman bekerja," terang Gatot, serius.
   
Politisi asal F-PDIP ini juga mengakui ketika dirinya melakukan tugas kedewanan dalam menyerap aspirasi masyarakat, ternyata masih banyak pekerja muda yang ada di pedesaan kurang nya pengetahuan dalam dunia bekerja.
    
" Sering kali para konstituennya meminta agar di berikan pelatihan kerja agar tak kalah bersaing dengan tenaga kerja asing yang saat ini telah bebas bekerja di perusahaan -perusahaan yang tersebar di darah Jawa Timur," pungkas Gatot. (rofik)

Post a Comment