Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - Raperda Perlindungan Tenaga Kerja resmi disahkan dalam Rapat Paripurna di DPRD Jatim  dalam pandangan akhir semua fraksi menyatakan setuju, meski dengan catatan mengubah judul Raperda tersebut.

"Kami‬ menyatakan menerima raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja‬ untuk kemudian dilanjutkan menjadi Perda.‬ Dengan catatan‬ judul Raperda yang semula Perlindungan Tenaga Kerja diubah menjadi Penyelenggaran Ketenagakerjaan," kata Moch.Eksan selaku  juru bicara Partai Nasdem –Hanura.

Dengan penggedokan ini fraksi Nasdem-Hanura berharap untuk ke depan dengan‬ akan semakin kondusif iklim investasi di Jawa‬ Timur dan tenaga kerja semakin sejahtera dan mampu menyelesaikan semua persoalan ketenagakerjaan di Jawa Timur secara baik dan solutif.

Dalam pendangan akhir dijelaskan masalah ketenagakerjaan adalah salah satu‬ isu seksi yang terus ada dan tidak pernah selesai. Semangat kesejahteraan‬ di tengah eksploitasi kapitalisme, MEA dan keahlian tenaga kerja,‬ membuat persoalan ketenagakerjaan menjadi keniscayaan yang harus‬ terus dibenahi di Provinsi Jawa Timur.‬

Saat yang bersamaan, DPRD dan Pemprov Jatim  mengajukan raperda tentang Ketenagakerjaan dari‬ usulan DPRD Provinsi Jawa Timur tentang Penguatan Tenaga Kerja dan‬ usulan pemerintah provinsi Jawa Timur tentang Perlindungan‬ Ketenaga kerjaan di Provinsi Jawa Timur.‬ "Hal itu menunjukkan bahwa antara legislatif dan eksekutif memiliki‬ kepedulian dan keberpihakan yang sama dalam hal ketenagakerjaan di‬ Jawa Timur ini agar lebih baik," terang Eksan , Senin (15/8).

Sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Pasal 50 Peraturan‬ Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pembentukan‬ Peraturan Daerah, yang menyatakan bahwa apabila dalam satu masa sidang DPRD dan Gubernur‬ menyampaikan rancangan Perda mengenal materi yang sama, maka‬ yang dibahas adalah rancangan Perda yang disampaikan oleh DPRD‬. Sedangkan rancangan Perda yang disampaikan oleh Gubernur‬ digunakan sebagai bahan untuk dipersandingkan.‬

Perlu diketahui raperda tenaga kerja ini merupakan hasil persandingan dua Raperda‬ yang berasal dari usulan DPRD Provinsi Jawa Timur tentang Penguatan‬ Tenaga Kerja dan usulan Pemprov Jatim tentang Perlindungan Ketenagakerjaan di Provinsi Jawa Timur.‬

‪" Tentu bagi kami, hal tersebut bukanlah masalah yang berarti. Justru‬ Fraksi NasDem-Hanura melihat, persandingan dua raperda tersebut ‪menjadikan raperda tentang ketenagakerjaan ini semakin komprehensif‬ dan sophisticated sehingga kami percaya Raperda ini menuju‬ kesempurnaan yang ideal bagi kehidupan ketenagakerjaan di Jawa Timur," urai Eksan.(rofik)

Post a Comment