Ads (728x90)


SURABAYA (Mediabidik) - Dianggap tidak mempunyai ijin IMB dan Operasional, hanya mengantongi ijin domisili dari kelurahan, Ketua DPRD kota Surabaya Armuji ancam akan tutup kantor perwakilan Gojek Indonesia yang berdomisili di jalan Tidar No 67 ABC Surabaya.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD kota Surabaya saat mengelar hearing (dengar pendapat) diruang Banmus (Badan Musyawarah) DPRD kota Srurabaya dengan perwakilan Gojek Indonesia dari Jakarta, sekaligus menindak lanjuti tuntutan puluhan driver Gojek Indonesia yang demo minggu lalu terkait penurunan tarif serta penghapusan suspen/penonaktifan anggota di depan kantor DPRD Surabaya.

Ia menganggap bahwa kantor Gojek yang ada di jalan tidar tidak mengantongi ijin operasional maupun ijin IMB serta menganggap semua itu hanyalah permainan perusahaan aplikasi yang sering mencari-cari kesalahan untuk," Saya yakin kantor sampean bodong dan tidak mempunyai ijin sama sekali, baik ijin IMB, HO dan Ijin Operasional dan jangan samakan Surabaya dengan kota-kota lain, saya ngak mau kalau Surabaya diacak-acak, kalau sampai minggu depan belum ada keputusan saya akan menyuruh satpol PP untuk menutup" tegasnya, Senin (22/8).

Armuji menambahkan," Oleh karena itu pihak Gojek harus mengembalikan tarif seperti semula serta menghapus suspen 30 menit kepada seluruh driver Gojek, serta peran aktif operator Gojek yang ada dikantor, perlu disadari betul keberadaan Gojek yang ada di Surabaya, belum saatnya tarifnya diturunkan,"imbuhnya.

Sementara Arnold perwakilan Gojek Indonesia Jakarta mengakui bahwa kiantor Gojek yang ada di Surabaya tidak mengantongi ijin operasional dan hanya mengantongi ijin domisili saja dari kelurahan," Kita hanya mengantongi ijin tempat usaha sebagai ijin domisili dari kelurahan, kita pernah mengajukan ijin HO ke UPTSA (unit pelayanan terpadu satu atap) mereka bilang kalau ijin HO sudah tidak berlaku lagi,"terangnya.

Masih menurut Arnold," Perusahaan kami adalah perusahan aplikasi, kita memberikan jasa antara driver dengan pelanggan, kita ambil kebijakan penurunan tarif, kita juga menurunkan harga ke customer, selain itu kita juga menambahkan bonus royalti ke driver, kenapa kita berlakukan sistem penalti, satu sisi kita beri bonus lebih, kita juga memberi kepuasan pelanggan, kita juga menunggu arahan dari pusat,"imbuhnya. (pan)

Post a Comment