Ads (728x90)


Kepala BLH Surabaya Musdiq Ali Suudi
SURABAYA (MediaBidik) – Ketergantungan pemakaian sumber energi yang berbahan dasar fosil, sehingga menimbulkan emisi udara yang dapat merusak lingkungan serta menyebabkan berkurangnya sumber ini energi saat ini. Sehingga perlu segera dilakukan penangan serius oleh pemerintah untuk mendukung keamanan dan keberlanjutan energi nasional. Proses ini harus didukung oleh kebijakan-kebijakan strategis.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Badan Lingkungan Hidup (BLH) kota Surabaya berupaya mengembangkan sumber energi baru terbarukan (EBT) dengan mengunakan metode Solar Cell, merupakan alat yang mengunakan prinsip kekekalan energi dengan mengunakan energi panas diubah menjadi energi listrik, dan untuk pengembangannya BLH Surabaya mengandeng beberapa Perguruan Tinggi (PT) serta pihak swasta.

Seperti yang disampaikan Kepala BLH kota Surabaya Musdiq Ali Suudi kepada Bidik diruang kerjanya," Kita sekarang ini lagi bergantung pada energi yang bersumber dari fosil,  keterbatasan sumber energi yang terbatas, menghasilkan emisi yang merusak lingkungan, sementara kita mempunyai sumber potensi yang bisa dikembangkan, ada yang jumlahnya terbatas dan ada yang jumlahnya dikatakan tak terhingga, diantaranya angin, dan kita sudah kerjasama dengan ITS, untuk mengukur kecepatan angin di kota Surabaya dan kecepatannya belum begitu ful, dan kincir angin bisa menghasilkan listrik yang cukup besar,"terangnya. Selasa (2/8).

Musdiq menambahkan," Dan satu resource yang sangat besar, karena kita berada di negara tropis dan yang paling cocok adalah mengunakan tenaga matahari, dan ini belum banyak dimanfaat sementara pekerjaannya melimpah, namun, Surabaya sendiri untuk program tersebut sudah dilakukan BLH, misalnya untuk sekolah-sekolah yang mendapatkan penghargaan Adi Wiyata mendapatkan Solar Cell, dipasang disekolah-sekolah, itu yang menghasilkan listrik walaupun jumlahnya belum begitu besar, selain itu program tersebut dapat mendorong serta menyadarkan murid-murid, bahwa kita punya energi besar dan mereka bisa mempelajari proses-prosesnya seperti apa, selain dipasang disekolah-sekolah, solar cell juga dipasang dilampu-lampu penerangan jalan milik pemkot dan secara massal masih belum direalisasikannya, karena masih kita kaji dulu metode-metode yang cocok, yang pertama murah, kedua perawatannya yang tidak rumit, karena untuk perawatan sangat krusial,"imbuhnya.

Perlu diketahui, program pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sudah dilaksanakan oleh BLH kota Surabaya sejak 2014 dan sudah berjalan dua tahun lalu, namun dalam pelaksanaannya diterapkan disekolah-sekolah yang mendapat pernghargaan Adi Wiyata serta untuk lampu penerangan jalan umum (PJU). (pan)

Post a Comment