Ads (728x90)


foto menara micro cell yang ada diwilayah barat surabaya
SURABAYA (Media Bidik) - Keberadaan menara Micro Cell di Surabaya semakin menjamur. Meskipun belum mengantongi ijin cell plan dan ijin IMB dari Diskominfo dan DCKTR pemkot Surabaya, namun sudah ada 30 unit menara Micro Cell yang sudah berdiri dan disegel oleh pemkot Surabaya.

Hal itu dikatakan Awaludin Kabid Tata Bangunan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang pemkot Surabaya, mengatakan saat ini memang sudah ada peraturan walikota atau perwali tentang menara Micro Cell. Hanya saja, petunjuk lebih teknis belum ada, maka pihaknya juga tidak berani mengeluarkan izin pendirian.

"Soal zona yang bisa didirikan menara itu sudah ada. Namun  soal sewa lahan tanah milik pemkot yang ditempati menara itu belum diatur," katanya.

Makin liarnya keberadaan microcell yang ada di Surabaya rupanya menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Pasalanya, jika ini dibiarkan dan tidak tertangani dengan baik maka bukan tidak mungkin kesemrawutan akan terjadi dimana-mana.

Sedangkan Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Vicencius Awey, megatakan bahwa saat ini pemkot surabaya terkesan melakukan pembiaran terhadap masalah tersebut buktinya hingga saat ini belum ada regulasi yang dikeluarkan.

" Semakin Pemkot lambat mengeluarkan regulasi, maka akan menambah kesemrawutan " ujarnya saat dikonfirmasi Selasa (14/06).

Ia menambahkan bahwa kemunculan regulasi itu sangat penting karena regulasi tersebut akan dijadikan pedoman dan batasan bagi pengusaha yang bergerak dibidang telekomunikasi tersebut. seharusnya pemkot dengan segera mengeluarkan regulasi dan membuat sebuah badan usaha yang khusus untuk melakukan penyelenggaraan Micro Cell.

" Selain adanya regulasi, pemkot juga harus membentuk sebuah badan usaha yang khusus dalam melakukan penyelenggaraan micro cell " ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan oleh awey, bahwa keberadaan badan usaha ini memang dikhususkan untuk menangani masalah penyelenggaraan reklame mulai dari mengelola hingga meringkas proses perijinan yang panjang.

" Wujud pengelolaan badan usaha ini antara lain menggunakan dan menyewakan tiang PJU untuk dijadikan tower microcell. Dan ini sangat mengutungkan bagi pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Surabaya. Selain itu bisa menghindarkan dari monopoli perusaahaan besar yang memiliki microcell di surabaya" ujar politis asal partai Nasdem ini.

Sebenarnya,  masih lanjutnya, banyak pengusaha telekomunikasi atau pengusaha menara yang mau mengurus izin. Namun karena belum ada petunjuk teknis yang lebih detail, pihaknya belum berani mengeluarkan.

"Meski kami tidak mengeluarkan izin, mereka sudah mendirikan menara. Akhirnya kami memberikan tanda silang atau menyegelnya.  Setelah itu kami akan memberikan surat peringatan satu hingga  tiga. Jika tak dihiraukan, menara akan kami robohkan,"jelasnya.

Sedangkan Adang Kurniawan Kabid Telekomunikasi Dinas  Komunikasi dan Informasi Kota Surabaya menyatakan pihaknya  kini sedang melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap menara micro cell. Sebab, menara tersebut tidak memiliki izin sama  sekali.

"Kami sedang melakukan pendataan di lapangan. Sebab, masih banyak menarai micro cell yang didirikan di taman dan trotoar," tegasnya.

Sementara itu ada beberapa menara micro cell yang sudah diberi tanda silang. Diantaranya di jalur hijau Perumahan Tengger Kandangan,  jalur hijau Kupang Jaya. Untuk yang ada di Kupang Jaya ini, menara dicat hijau sehingga sekilas seperti pohon  karena berada di tengah pepohonan, namun ada juga yang belum disilang seperti di jalan kuwukan Surabaya barat.(pan)

Post a Comment