Ads (728x90)


Komisi B Jatim saat ketemu Ketua APGI Jatim
SURABAYA (Media Bidik) – Harga Gula di Jawa Timur jelang lebaran akan dipastikan tidak akan turun,sebab harga yang dipatok petani antara Rp14.000 hingga Rp14.600, ini dikarenakan kondisi cuaca yang tidak teratur sehingga mengganggu rendemen tebu dan petani tebu mengaku merugi, maka bisa dipastikan Jawa Timur akan teracam terancam krisis gula.
       
Seperti yang sampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Gula Indonesia ( APGI) Jatim Piko Njoto Setiadi menyampaikan, jika Pemerintah menginginkan gula turun, maka pemerintah harus mengeluarkan stock gula yang ada di Perum Bulog sebesar 100 ribu ton, jika tidak harga gula akan terus melambung.
     
" Besok akan ada lelang gula di PTPN dan petani gula nanti akan menjual dengan harga tinggi, apalagi petani gula meminta harga Rp 14.000/kg nya ," tegas Piko saat hearing dengan Komisi B DPRD Jatim, Senin (27/6) .
      
Piko memastikan, bahwa saat ini untuk mencukupi kebutuhan gula nasional sebanyak 5,8 juta ton, sedangkan Indonesia sendiri masih tergantung pada gula impor, sehingga produksi gula lokal hanya 2,7 juta ton dan harus impor gula sebanyak 3,1 juta ton.
     
Lebih lanjut Piko  menegaskan jika pemerintah sudah menyiapkan 100 ribu ton row sugar diamanatkan ke Perum Bulog guna melakukan impor gula ke empat wilayah Medan, Jakarta, Semarang dan Surabaya. Sedangkan untuk Surabaya merupakan lumbung pangan atau gula.
      
Akan tetapi pihak Asosiasi Pengusaha Gula Indonesia (APGI) Jatim tetap optimis kalau harga gula akan turun setelah lebaran, hal ini dikarenakan kebutuhan makanan dan minuman juga mengalami penurunan. " harapnya. (rofik)

Post a Comment