Ads (728x90)


H.M.Ka'bil Mubarok,M.Hum,SH,I Wakil Ketua Komisi B DPRD
SURABAYA (Media Bidik) – Naiknya sejumlah kebutuhan bahan pokok menjelang moment-moment penting salah satunya menjelang Puasa Ramadhan menjadi moment yang biasa dari tahun ke tahun, sebab itu Komisi B DPRD Jatim meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim agar mengubah pola operasi pasar untuk digelar tiap kecamatan, bukan ke pasar lagi. hal ini dilakukan agar masyarakat  miskin Jatim benar - benar menikmati harga sembako dengan murah.

Hal itu dikatakan H.M.Ka'bil Mubarok,M.Hum,SH,I Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim yang membidangi Perekonomian mengatakan operasi pasar saat ini sudah mulai tidak tepat sasaran dimana banyak oknum yang memanfaatkan operasi pasar, misalnya adalah pedagang dan tengkulak yang kemudian dijual lagi. Maka harus ada metode baru, mungkin dilakukan per kecamatan atau menggunakan sistem seperti Raskin, jadi metode operasi pasar dapat dievaluasi lagi.

Politisi asal Fraksi PKB Jatim ini berharap bahwa operasi pasar betul - betul dapat membantu masyarakat untuk dapat membeli kebutuhan sembako. Maka, ditiap kecamatan tersebut bisa juga dilakukan dengan memilih kecamatan dengan indeks kemiskinan cukup tinggi. Sehingga operasi pasar benar-benar dapat tepat sasaran.

"Ada dua hal yang dapat dilakukan oleh dinas terkait, pertama adalah evaluasi pasar, lalu kedua adalah karena ini event tahunan seharusnya dinas terkait sudah dapat mengetahui tentang perkiraan harga tiap tahunnya, dengan begitu kenaikan harga sembako dipasar sudah dapat diantisipasi dengan cepat,"terang Ka'bil saat di temui di ruang kerjanya,Selasa ( 24/5).

Ka'bil Mubarok yang juga sebagai komandan Garda Bangsa PKB Jatim ini menambahkan, bahwa antisipasi yang diberikan oleh Disperindag selama ini juga belum maksimal baik mulai H-7 sebelum Ramadhan seharusnya sudah ada hitungan kalkulatif tentang harga sembako dipasaran selain itu juga tentang ketersediaan stok sembako selama Ramadhan dan Lebaran  juga harus diperhitungkan.(rofik)

Post a Comment