Ads (728x90)


SURABAYA ( Media Bidik ) -  Pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) Partai Golkar Jawa Timur yang digelar pada Minggu 17 April 2016 tidak menutup mata jika sejumlah kabar menyebutkan nama Bupati Jombang Nyono  Suharly dipastikan didaulat  secara aklamsi menjadi Ketua DPD Partai Golkar periode 2016-2021 mengantikan Ketua DPD Golkar Jatim.

Eddy Kuntani Ketua Plt Golkar Jatim  tidak membantah jika restu AbuRizal Bakrie (ARB) saat ini, menjadi penting. Bahkan, dirinya mendengar suara Partai Golkar di Jatim yang gemuk  terdiri dari 38 DPD Kabupaten/Kota dan 1 DPD Jatim  menjadi rebutan saat Munaslub rekonsiliasai nanti digelar. 

"Saya kira restu ARB menjadi penting. Ini yang membuat banyak calon ketua DPD Partai Golkar Provinsi merapat dan mendekat ke Aburizal Bakrie," tandasnya,Sabtu (16/4).

Ditambahkan Eddy, kabar dilapangan nama Nyono Suharli terus menguat untuk duduk sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jatim, karena beberapa kali ada pertemuan internal dengan AbuRizal Bakrie (ARB). Sementara kekuatan dukungan Gesang Budarso terus melemah, setelah dirinya meyakinkan tidak memilih maju ke kursi Ketua DPD Partai Golkar Jatim.

Kuatnya nama Nyono di mata DPP tidak lepas dari pengaruh Idrus Marham (Sekjen DPP Partai Golkar), termasuk kuatnya pengaruh Azis Samsudin yang menjadi kaki tangan Aburizal Bakrie ternyata kuat menjalin komunikasi ke DPD PG se Jatim. Sementara kekuatan Ade Komarudin (Aqom) dan Setya Novanto (Setnov) di Golkar Jatim kali ini, dianggap sangat lemah. Sebab siapapun yang terpilih (ketua DPD Partai Golkar Jatim.red) harus mencerminkan suara arus bawah. Apalagi saat ini, Partai Golkar sedang semangat mengusung musda rekonsiliasai, tentu semua kelompok dan eksponen kekuatan yang terpecah bisa diwadahi.

Lebih jauh Eddy Kuntadi menjelaskan persiapan sudah dimatangkan. Meski begitu, dirinya tidak membantah jika musda Partai Golkar Jatim mendatang bakal aklamasi. " Saya mendengar itu, tapi masih sebatas analisa. Tetapi mekanismenya nanti ada di pelaksanaan musda," tandas nya.

Perlu di ketahui bahwa pelaksanaan musda harus sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Partai Golkar, karena sebelumnya perseteruan menuju kursi Ketua DPD Partai Golkar Jatim terus memanas. Apalagi, nama Gesang Budiarso mundur dari pencalonan. Menjadikan banyak spekulasi diinternal parpol bergambar pohon beringin ini, semakin keras persaingan terhadap sejumlah kandidat, seperti anggota DPR RI Gatot Sudjito dan Rendra Kresna Bupati Malang yang mulai ngotot ikut maju musda. (rofik)

Post a Comment