Ads (728x90)

Pato Sayyaf bersama anggota DPRD Jatim
SURABAYA ( Media Bidik ) Akhirnya Perjuangan para Wakil Rakyat yang duduk di gedung DPRD Jatim dalam  membantu Patto Sayyaf bocah jenius asal Waru Sidoarjo agar bisa mengikuti Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SD membuahkan hasil.  Pasalnya Pemprov Jatim, Pemkab Sidoarjo dan Pemerintah pusat mengijinkan Patto Sayyaf bisa ikut UN Sekolah Dasar (SD)  tahun ini. Bahkan sebagai wujud rasa syukur, DPRD Jatim langsung mengundang Pato bersama keluarga di ruang Fraksi -PDIP DPRD Jatim.

Anggota DPRD Jatim dari Fraksi PDIP Sri Untari juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pihak-pihak terkait, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Saiful Rahman dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo  Mustain , yang telah memperbolehkan Patto Sayyaf mengikuti ujian, sehingga Patto tidak sampai kehilangan haknya.

"Kabar membahagiakan ini semoga bisa menjadi pemacu semangat Patto untuk lebih rajin belajar dan sekolah sehingga kelak berguna bagi bangsa dan negara, Ingat pesan Bung Karno pernah berkata, gantungkan cita-citamu setinggi langit. Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang," ucap Ketua F PDIP DPRD Jatim,Selasa (26/4)

Sri Untari  mengakui, telah berusaha sekuat tenaga agar Patto tidak kehilangan haknya untuk menuntut ilmu. Bahkan sampai minta bantuan Mendiknas, Anies Baswedan karena secara prinsip dia sudah punya memiliki raport hingga semester XII. "Kabar membahagiakan ini semoga bisa menjadi pemacu semangat Patto untuk lebih rajin belajar dan sekolah sehingga kelak berguna bagi bangsa dan negara," harapnya.

Sri Untari juga akan mengupayakan Patto Sayyaf bertemu dengan Megawati Soekarno Puteri mantan presiden ke lima dan Mendiknas Anies Baswedan. "Tadi Pak Mendiknas Anies Baswedan juga titip salam buat Patto dan minta supaya lebih rajin belajar,"ujarnya.

Ia juga meminta Diknas Jatim dan Diknas Kabupaten/Kota lebih memperkuat pengawasan dan penertiban lembaga pendidikan yang belum memiliki ijin operasional agar kasus Patto tak terulang lagi di kemudian hari. "Kami juga mengusulkan supaya pemerintah membuat standart bagi sekolah yang tak bisa memenuhi persyaratan selama 3 tahun sebaiknya bergabung dengan sekolah lain dan tidak diperbolehkan menerima siswa baru," ungkap Sri Untari.

Djoko Irianto dan Wahyu Nur Andani kedua orang tua Patto mengaku berterima kasih kepada DPRD Jatim terutama Fraksi -PDIP, Kadiknas Jatim, Kadiknas Sidoarjo hingga Wagub Jatim, Saifullah Yusuf yang sangat peduli dan membantu perjuangan anaknya hingga bisa mengikuti ujian nasional. " Alhamdulillah anak saya akhirnya bisa ikut ujian nasional. Saya juga mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah ikut membantu," jelas Djoko.

Sementara itu Patto Sayyaf mengaku senang karena bisa ikut ujian nasional pada 16 Mei 2016 dan siap mengikuti UN karena telah mengikuti Try Out ujian nasional. "Saya yakin bisa lulus ujian. Saya bercita-cita menjadi astronout," terang siswa yang suka duduk di bangku paling depan ini.(rofik)
           

Post a Comment