Ads (728x90)


Patoh Sayaf saat di temui anggota Komisi E Jatim

SURABAYA ( Media Bidik ) – Karena dianggap belum cukup umur, untuk mengikuti Ujian Nasional Sekolah Dasar ( Unas SD) pada bulan Mei mendatang, seorang siswa yang bernama Patoh Sayaf merupakan siswa didik dari Yayasan Pendidikan Islami SD Anak Saleh jalan Ngeni Indah Waru - Sidoarjo bersama orang tuanya mendatangi Gedung DPRD Jatim, Jl Indrapura-Surabaya. Kedatangan mereka ke Komisi E Jatim untuk menyampaikan keluhannya, terkait pelarangan anaknya yang tidak boleh mengikuti Ujian Nasional (Unas) oleh Dinas Pendidikan kota Sidoarjo dengan dalih belum memenuhi syarat untuk ikut Unas, karena masih menginjak umur 8 tahun.

Menurut orang tua dari anak jenius Patoh Sayaf mengatakan bahwa anaknya memang tidak seperti teman-teman sekelasnya yang mayoritas berusia 12 tahun, karena anaknya masuk kelas 1 SD pada usia 4 tahun, sedangkan kelas 2 dan 3 hanya ditempuh dalam kurun 1 tahun, begitu pula ketika menginjak kelas 4 dan 5 juga di tempuh 1 tahun mengikuti kelas akselarasi." Dinas Pendidikan Sidoarjo melarang putra kami mengikuti Ujian Nasional dengan alasan usia putranya baru 8 tahun, padahal kemampuan sang anak sudah memenuhi syarat, bahkan hasil tes IQ nya mencapai 136," ungkap Joko Irianto  orang tua anak jenius,Selasa (8/3).

Sementara itu Sri Untari Anggota DPRD Jatim Fraksi PDIP ketika mendengarkan wadulan warga Jawa Timur menegaskan, pihak DPRD Jatim akan mengawal permaslahan ini dan secepatnya berkordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Dispendik Sidoarjo." Anak ini sebenarnya bagaikan mutiara bangsa yang terpendam, bisa dibayangkan anak seusia 8 tahun sudah mempunyai potensi yang sangat baik dan layak di perjuangkan untuk mengikuti Unas mendatang," tegas Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim tersebut.

Karena itu," Terkait permasalahan ini akan diteruskan melalui komisi E yang membidangi tentang Pendidikan untuk menyelesaikan persoalan tersebut, dan untuk pihak sekolahan yang selama ini menjadi tumpuan Patuh Sayaf dalam menimbah ilmu pendidikan, seharusnya ikut memback up penuh supaya anak didiknya yang jenius ini bisa mengikuti Unas, bukan malah sebaliknya, sepertinya membiarkan orang tua dan sang anak berjuang sendiri,"pungkas Untari.( rofik )

Post a Comment