Ads (728x90)


SURABAYA ( Media Bidik ) – Untuk menguatkan pembentukan karakter generasi muda dan semakin lemahnya peradaban terhadap generasi penerus yang diakibatkan dari pengaruh budaya luar, hal ini mendorong Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk segera menyadarkan sekaligus mengembalikan mereka terhadap suatu ajaran agama islam dalam sebuah ketauladanan, diantaranya dengan mempelajari Kitab Kuning yang didalamnya banyak mengandung makna kebaikan.

Ir. Yusuf Rohana Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim mengatakan, jika membaca dan memaknai kitab kuning sudah menjadi kebiasaan dan tradisi bagi semua kader PKS, karenanya hal yang baik ini akan ditularkan pada generasi muda islam Indonesia yang sudah mulai terkikis kepribadiannya dan karakternya dan sekaligus  bisa memperdalam makna dari kitab kuning tersebut yang banyak mengajarkan soal adab dan prilaku manusia yang hidup didunia.

"Sesungguhnya Kitab Kuning bisa diterapkan didunia modern seperti saat ini, karena itu PKS membuka lomba membaca dan memaknai kitab kuning dan diharapkan para generasi bangsa dapat merubah perilakunya yang selama ini jauh dari ajaran agama islam," terang Yusuf Rohana,Senin (21/3).

Pria yang juga anggota Komisi B DPRD Jatim menegaskan, bahwa DPW PKS Jatim akan menggelar lomba tersebut akan dimulai tanggal 16 April 2016 dengan membuka 100 orang pendaftar, akan tetapi harus disertai dengan rekomendasi dari Yayasan Pondok Pesantren yang diikutinya atau dari sekolah.

Adapun pesertanya dibatasi dari usia18 -25 tahun, sedangkan mereka yang lolos dan keluar sebagai juara I ,akan diikutkan lomba ditingkat Nasional atau DPP PKS. " Bagi pemenang pertama akan mendapatkan hadiah Umroh, dan untuk tingkat Jatim akan diambil juara pertama hingga harapan tiga,serta jurinya diambil dari unsure Depag,MUI dan Dewan Syuriah DPW PKS Jatim," terangnya.

Sementara itu, Irwan Setiawan ,S.I.P Sekretaris partai PKS Jatim menambahkan, bahwa dalam kitab kuning banyak pelajaran yang bisa diambil hikmahnya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, meski kitab kuning telah dikenal sejak zaman Nabi Muhammad SAW, namun dalam dunia modern hal ini bisa diterapkan." Dalam mempelajari Kitab Kuning paling tidak ada hal kebaikan yang dapat ditularkan ke kerabat kita ataupun orang lain," jelas Irwan yang juga duduk di Komisi C DPRD Jatim dihadapan wartawan. (rofik)

Post a Comment