Ads (728x90)

SURABAYA( Media Bidik ) – Mendekati Munas partai Golkar yang akan diselenggarakan pada bulan Maret mendatang. Provinsi Jawa Timur sepertinya menjadi bidikan penting bagi para kader Golkar yang akan berkompetisi dalam mencalonkan diri menjadi Ketua Umum (Ketum) partai berlambang pohon beringin, faktanya Provinsi Jawa Timur menjadi acuan bagi para calon kandidat Ketua Umum partai Golkar untuk mencari dukungan suara di tingkat (Dewan Perwakilan Daerah) DPD I dan II provinsi Jatim. 

Adapun beberapa nama calon kandidat Ketua Umum partai Golkar yang mencari dukungan suara melalui DPD I dan II Jatim adalah Ade Komarudin, Idrus Marham, Setya Novanto, Aziz Syamsudin dan kini giliran Mahyudin juga ikut serta mencari dukungan suara di DPD I dan II Jatim.

Mahyudin Wakil Ketua MPR RI ini optimis akan menang dalam pertarungan merebutkan kursi nomer satu di tubuh partai berlambang pohon beringin ini dengan alasan dirinya selama ini telah duduk sebagai  wakil ketua DPP Partai Golkar." Jika saya terpilih sebagai Ketum Golkar, saya akan mundur dari jabatan saya sebagai Wakil Ketua MPR RI, supaya bisa lebih fokus menata Golkar  untuk lebih bersatu," terangnya usai temui kader DPD Golkar se-Jatim di Sheraton-Surabaya,Senin (29/2).

Menurut Mahyudin, bagi dirinya tidak ada yang berat untuk menjadi Caketum Partai Golkar, karena selama ini Ia menjabat sebagai Waketum DPP Partai Golkar dan pernah jabat Ketua Golkar baik tingkat satu maupun tingkat dua.Tak hanya itu, dirinya berjanji akan menggandeng purnawirawan TNI sebagai Sekjennya  jika terpilih sebagai Ketua Umum Golkar, karena mengingat sejak awal Partai Golkar berasal dari jalur ABRI, sehingga tidaklah heran jika dirinya menggandeng TNI sebagai Sekjennya nanti.

Ditambahkan Mahyudin, bahwa syarat dukungan 30 persen dari DPD I dan DPD II dianggapnya  menyuburkan praktek politik uang di pemilihan Ketua Umum di Munas Partai Golkar nanti," Semestinya dilakukan secara voting tertutup guna menghindari politik uang," tandasnya.(rofik)

Post a Comment