Ads (728x90)


Drs.H.Husnul Aqib.MM Anggota Komisi A
SURABAYA ( Media Bidik ) – Masih maraknya peredaran narkoba di wilayah Jatim terutama di dunia Gemerlap ( Dugem) hiburan malam seperti Diskotik maupun Cafe-Cafe yang ada di berbagai daerah Jawa Timur, menjadi perhatian serius dari berbagai pihak yang terkait, karena ini sangat berbahaya kalau tidak dibrantas secara serius.

Drs.H.Husnul Aqib.MM Anggota Komisi A DPRD Jatim yang membidangi Hukum dan Pemerintahan meminta supaya aparat terkait dalam hal ini Badan Narkotika Nasional Jawa Timur ( BNN Jatim) agar membentuk Detasemen Khusus Anti Narkoba, agar peredaran narkoba yang selama ini masih marak beredar di dunia hiburan malam ( Dugem) agar cepat diatasai.

" Sering kali aparat kecolongan jika melakukan sidak ke tempat hiburan malam, ini patut di duga bahwa Inspeksi Mendadak (Sidak) tersebut bocor, namun jika ada Densus Anti Narkoba maka dipastikan penangkapan terhadap pemakai ataupun pengedar barang haram di tempat dugem tersebut lebih berhasil, seperti selama ini yang dilakukan Densus 88 dalam membrantas teroris," tegas Aqib di DPRD Jatim, Selasa (8/3).

Politisi asal Partai Amanat Nasional ( PAN) Jatim ini menambahkan bahwa teroris yang sebenarnya adalah para pengedar narkoba tersebut, karena sepak terjangnya adalah menghancurkan masyarakat bahkan kalangan pelajar yang notebene mereka para generasi bangsa." Saya prihatin terhadap pengedaran narkoba yang terjadi di Jawa Timur, pasalnya wilayah Jatim merupakan peredaran terbesar nomer dua di Indonesia, ini bukti bahwa peredaran narkoba di jatim sangat darurat dan memprihantinkan," tegasnya.

Maka itu, pihak Komisi A DPRD Jatim mendesak kepada semua stack holder yang terkait untuk bersama-sama melakukan sikap tegas terhadap peredaran narkoba yang terjadi di jatim, khususnya di daerah tempat hiburan malam ( Dugem) yang selama ini memang patut di duga banyak sekali barang haram tersebut beredar,dan bila perlu BNN membentuk Densus Anti Narkoba semacam Densus 88 yang selama ini menangani kasus teroris,pungkasnya.(rofik)
     

Post a Comment