Ads (728x90)

ahmad Slahuddin anggota komisi E Jatim
SURABAYA ( Media Bidik )  – Bencana Deman Berdarah ( DBD) yang melanda di Jawa Timur kali ini banyak merenggut nyawa manusia,baik korban dewasa sampai ke anak-anak,dan hal ini harus mendapat perhatian yang serius dari Pemerintah Provinsi khususnya Dinas Kesehatan Jawa Timur.

Menurut H.Ahmad Silahuddin Anggota Komisi E yang membidangi Kesehatan merasa prihatin terhadap masyarakat Jatim yang terkena wabah Demam Berdarah,dalam kasus ini khususnya Pemerintah Kabupaten/Kota melalui Dinas Kesehatan nya harus pro aktif menggerakkan jajaranya sampai tingkat bawah seperti puskesmas yang ada harus turun melakukan penyemprotan atau foging untuk membrantas nyamuk Aidhes Ahgypti sampai ke daerah pelosok ." Seperti wabah DBD yang terjadi di daerah Jombang, korban terbanyak terjadi di sana,hampir 145 korban yang terjangkit, dan itu harus mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah setempat untuk memberlakukan status Kejadian Luar Biasa ( KLB)," ucapnya.
     
Disebutkan pria yang akrab di panggil Gus Hadi ini,untuk daerah Jombang yang selalu menjadi korban terbanyak Demam Berdarah ( DBD) di wilayah Jatim, dirinya mengakui bahwa sebenarnya perkembangan pembangunan di daerah Jombang bisa dikatakan bagus, baik dari segi ekonomi,infrastruktur dan wisatanya, namun Pemerintah Kabupaten Jombang kurang memperhatikan tentang masalah kesehatan disana,sehingga daerah Jombang selalu menjadi korban DBD paling banyak setiap tahunnya." Saya sangat prihatin lihat warga Jombang yang terkena DBD, karena menurutnya hampir mayoritas masyarakat yang terkena wabah DBD adalah anak-anak dan area pesantren yang sedang menimbah ilmu agama," tegas Gus Hadi di gedung DPRD Jatim,Rabu( 3/2).

Politisi PPP yang maju dari Dapil Jombang ini mendesak kepada Dinas Kesehatan setempat harus serius melakukan fogging sampai ketempat pelosok pedesaan," Jangan hanya waktu wabah DBD saja Dinas Kesehatan melakukan fogging,pencegahan dan sosialisasi terhadap wabah DBD harus sering dilakukan kepada masyarakat ,karena Pemerintah sudah menyediakan anggarannya," jelasnya.
     
Karena itu sebagai wakil rakyat yang duduk di Komisi E bidang Kesehatan , dirinya mendesak kepada Dinkes Jatim maupun Dinkes Kab/Kota untuk segera melakukan pencegahan,pembrantasan Demam Berdarah dengan 3M(menutup,menguras,mengubur). " Jangan hanya ketika wabah melanda saja, namun setiap bulan harus melakukan penyemprotan dan pembrantasan nyamuk DBD agar ditahun berikutnya Jatim benar-benar terbebas dari wabah DBD," imbuhnya. (rofik)

Post a Comment