Ads (728x90)


Muhamad Fawaid anggota komisi B Jatim
SURABAYA ( Media Bidik )  – Program Gubernur Jatim Soekarwo tentang bantuan dana hibah untuk pendidikan pembangunan di SMK mini Jawa Timur yang semestinya diprioritaskan di pondok pesantren ternyata disinyalir masih banyak ditemukan penyimpangan terhadap penggunaanya, hal ini diungkapkan anggota DPRD Jatim ketika menerima keluhan dari beberapa pihak sekolah SMK mini yang berada di daerah Jember dan Lumajang.

Muhammad. Fawaid ,SE,M.Sc  politisi Fraksi Gerindra mengungkapkan, sepertinya bantuan pembangunan SMK mini di lihat masih tidak tepat sasaran, pasalnya dari laporan yang ia terima ,ternyata masih banyak SMK mini untuk pembangunan pondok pesantren belum dapat bantuan,bahkan justru SMK umum yang bukan domain pondok pesantren mendapatkan bantuan dana hibah SMK mini.

"Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri,di Jember ada SMK mini yang hanya nonot pasang plang papan nama "Pondok Pesantren Baitu Rahman Jember" saja, padahal keberadaan SMK tersebut gak jelas, namun justru SMK tersebut mendapatkan bantuan dana hibah dari Dinas Pendidikan Jawa Timur," ungkap Gus Waid di gedung DPRD Jatim,Rabu(20/1).

Politisi yang selalu vocal diantara rekan sejawatnya ini juga menemukan adanya beberapa SMK di Jember dan Lumajang  yang menerima dana hibah secara bersamaan dari APBD Jatim maupun APBN, artinya bantuan ini terkesan tumpang tindih alias dobel bantuan.

" Masih banyak SMK mini yang berharap mendapat bantuan, kenapa kok bisa satu sekolah mendapatkan bantuan dobel atau tumpang tindih, ini jelas melanggar Pergub Jatim, dan saya menilai ada permainan data yang sengaja di lakukan di kalangan interen Dinas Pendidikan Jatim," tegasnya.

Karena itu sebagai fungsi pengawasan, dirinya meminta Kepala Dinas Pendidikan Jatim Saiful Rahman ikut proaktif awasi saluran bantuan danah hibah ke sekolah SMK mini sesuai peruntukan nya,sebab sesuai program Gubernur yang memberikan bantuan hibah bagi SMK mini yang berada di lingkungan Pondok Pesantren," Jika ini tidak dijalankan sesuai Pergub maka Kadiknas Jatim tidak menjalankan amanah Gubernur," terang Fawaid yang mengaku putra pengasuh Pondok Pesantren ternama di Jember Al'Qodiri.( rofik )

Post a Comment