Ads (728x90)


SURABAYA (Media Bidik) - Anggaran sebesar Rp10 miliar telah disiapkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya untuk anggaran kepemudaan di tahun 2016. Jika pada tahun 2015, anggaran kepemudaaan telah disiapkan sebanyak Rp.8 miliar, maka penambahan anggaran sebesar Rp2 milliar ini, nantinya terfokus untuk sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS , serta pembentukan satuan tugas (Satgas) anti Narkotika yang bersinergi dengan  Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya. Harapannya, para pemuda ini nantinya bisa berada di garda terdepan dalam pemberantasan narkotika.

Hal tersebut diungkapkan oleh Afghani Wardhana selaku Kepala Dispora Surabaya saat ditemui di ruangannya pagi tadi (1/12). Pada tahun ini sosialisasi ditekankan untuk pembinaan mental remaja, seperti pengembangan pemuda wirausahawan, pemuda pelopor, sosialisasi pemahaman bahaya narkotika dan kenakalan remaja, serta pembentukan pemuda relawan bencana. Dengan cara seperti itu diharapkan ada kenaikan yang positif pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun berikutnya.

Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Kota Surabaya, Samsul Bahri Nusri menjelaskan, total jumlah pemuda yang ada di Kota Surabaya sekitar 800 ribu jiwa. Hal tersebut merupakan jumlah yang cukup banyak. Apabila pemuda tersebut nantinya tidak difasilitasi dan diarahkan, maka dikhawatirkan akan menjurus ke hal negatif. Tugas Dispora adalah menfasilitasi para pemuda potensial, salah satunya dengan mengadakan berbagai event seperti sosialiasi dan mencari bibit unggul seperi pemuda wirausaha dan pemuda pelopor yang mampu menginspirasi. "Melalui berbagai event kepemudaan, diharapkan mampu  mencari pemuda pelopor yang mampu dijadikan inspirasi bagi segala pihak," imbuh Samsul.

Samsul juga memberikan contoh, seorang pemuda pelopor yang masih berstatus mahasiswa Universitas Airlangga yang mampu menginspirasi dengan cara mengajar mengaji masyarakat miskin kota dan mereka yang terpinggirkan. Mulai, pemulung, anak jalanan, pengamen, hingga mantan pekerja seks komersial (PSK) yang berlokasi di stren sungai jagir. "Kami terkadang melakukan jemput bola kepada para peserta pemuda pelopor, maklum orang-orang yang mengispirasi ini terkadang enggan untuk mendaftar. Selain itu kamu juga menyebarkan informasi melalui leafet yang ditempatkan di Kecamatan, kelurahan serta balai milik warga yang tersebar di seluruh Kota Surabaya," imbuh pria alumnus Unirversitas Airlangga ini.

Selain itu, sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) Dispora melakukan target pelatihan sebanyak 1200 pemuda per tahun. Pelatihan pemuda ini nantinya juga bersinergi dengan stakeholder yang professional di bidangnya. Sebanyak 40 persen pemuda telah lahir melalui pelatihan ini."Untuk pemuda yang ingin bergabung dengan pelatihan ini, syaratnya para partisipan wajib memiliki produk, berusia 16-30 tahun karena masih dalam usia produktif. Kami bekerja sama dengan beberapa event yang cukup menyedot animo para anak muda seperti Sunday Market sebagai lahan pamer produk hasil pelatihan. Dengan cara seperti itu, diharapkan bisa mempermudah pemasaran para wirausaha muda ini," imbuh pria kelahiran Ambon ini.

Di tahun kedepan, target untuk mencipatakan wirausaha muda juga dipastikan akan naik menjadi 50 persen. Kenaikan tersebut juga tergantung minat dan bakap para anggota pelatihan wirausaha ini sendiri.  Nantinya, ketika brand tersebut sudah dikenal oleh masyarakat, Pemkot Surabaya juga berusaha melindungi merek dagang dengan cara membantu pendaftaran merek dagang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian.  (pan)






Post a Comment