Ads (728x90)

presentasi lomba camat inovatif di Hotel Haris Surabaya
SURABAYA (Media Bidik) - Seorang camat sebagai pimpinan di tingkat kecamatan, wajib memiliki inovasi dan kreativitas serta mampu bersinergi dalam menjalankan tugas-tugasnya. Camat tidak sekadar menjalankan limpahan kewenangan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) maupun kepala daerah. Kreativitas camat itulah yang menjadi poin penting dalam lomba sinergitas, kreatifitas dan inovasi camat terhadap kegiatan pelayanan publik tingkat Provinsi Jawa Timur. Dalam lomba ini, Kota Surabaya diwakili oleh Kecamatan Gunung Anyar. Setelah lolos tahap pertama, Kecamatan Gunung Anyar harus bersaing dengan sembilan kecamatan dari kota/kabupaten se-Jawa Timur di tahap 10 besar. Penilaian tahap 10 besar digelar di Surabaya, Rabu (25/11).

Camat Gunung Anyar, Dewanto Kusumo Legowo mengatakan, dalam penilaian sinergitas kecamatan tingkat propinsi ini, ada tujuh bidang yang dilombakan. Yakni pendidikan, ekonomi, pemberdayaan masyarakat, pembangunan, perekonomian, kesehatan dan pemerintahan umum. "Selain sinergitas dengan masyarakat dan SKPD teknis termasuk dengan pihak swasta terkait CSR, juga inovasi apa yang dilakukan oleh camat berkaitan dengan anggaran SKPD, itu yang dilombakan. Ide camat itu yang diombakan. Intinya seperti itu," ujar Dewanto ditemui disela-sela lomba. Selain melakukan paparan, perwakilan dari kecamatan juga harus menjawab beberapa pertanyaan dari tim juri terkait anggaran terhadap pemberdayaan masyarakat, juga berapa persen APBD yang terserap. "Jadi, baik sinergi maupun inovasi, dua-dua nya penting. Sinergi nya seperti apa, inovasi berkait sinergi itu sperti apa. Ide seorang camat di luar ide Pemkot, atau ide camat untuk back up kegiatan Pemkot, improve nya kayak apa," jelas Dewanto.

Setelah paparan, tim juri akan melakukan peninjauan lokasi. Dari peninjauan lokasi kemudian ditetapkan lima kecamatan terbaik yang masuk lima besar. Dari lima kecamatan tersebut, kecamatan terbaik pertama akan mewakili provinsi Jatim di lomba tingkat nasional. "Ketika peninjauan lokasi, dicocokan apa benar sesuai dengan paparan. Dan kita harus tunjukkan sinergi antara SKPD kecamatan dan masyarakat memang tampak di lapangan," sambung Dewanto.

Mantan Sekretaris Camat Sawahan ini mengaku optimistis, Surabaya akan mampu meraih prestasi maksimal dalam lomba sinergi kinerja kecamatan ini. Menurutnya, Surabaya telah memiliki banyak program yang telah menjadi proyek percontohan (pilot project) di tingkat provinsi maupun nasional. Dia mencontohkan, inovasi pelayanan publik berkaitan dengan administrasi semisal layanan e-kios, Surabaya Single Windows (SSW) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), juga pelayanan publik secara langsung yang bekerja sama dengan dinas terkait. 

Dewanto juga memapaparkan inovasi yang dilakukan di kecamatannya. Semisal bidang pendidikan, pihaknya telah melakasanan kegiatan pendidikan non formal berkaitan dengan PAUD yang dilaksanakan di tingkat kelurahan. Lalu di bidang ekonomi terkait dengan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan perkoperasian."Kami sedang menggalakkan koperasi di RW, kelurahan sentra PKL dan pasar. Kita bentuk koperasi baru dan ada koperasi embrio yang tahun depan jadi mandiri. Karenanya, saya pribadi optimistis karena Surabaya di mata kabupaten/kota dan provinsi lain itu sudah bagus dan lengkap. Informasi publik bagus, pelayanan sudah bagus. Ini tinggal memaksimalkan kesempatan menyampaikan informasi yang bagus kepada tim juri," jelas pejabat Kelahiran Salatiga ini. 

Selain Surabaya, kecamatan yang juga masuk dalam 10 besar yakni kecamatan dari Blitar, Malang, Pamekasan, Kediri, Kabupaten Kediri, Ponorogo, Kabupaten Nganjuk, Kota Malang, Kabupaten Situbondo dan Pacitan.(pan)

Post a Comment