Ads (728x90)

foto SMAN 19 Surabaya
SURABAYA (Media Bidik)  – Rawan terjadinya  jual beli bangku kosong diahkir penutupan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) banyak dimanfaatkan oleh oknum Kepala Sekolah maupun Guru yang memanfaatkan momen tersebut demi mengeruk keuntungan pribadi. Seperti yang sekarang terjadi SMAN 19 jalan Kedung Cowek Surabaya yang disinyalir terjadinya jual beli bangku kosong.

Berdasarkan informasi yang didapat media ini dari salah satu sumber orang tua murid yang bernama Samsul saat mengantarkan anaknya daftar sekolah hari ini, Senin (3/8) ke SMAN 19 Surabaya telah menemukan dugaan adanya penyalahgunaan wewenang oleh kepala sekolah dalam melakukan praktek jual beli bangku kosong dengan menerima siswa baru dari SMP Muhamadiyah tanpa melalui pendaftaran dan MOS terlebih dahulu sesuai prosedur.

"Tadi saya menemukan salah satu siswa dari SMP Muhamadiyah Surabaya yang baru masuk hari ini, tanpa melalui pendaftaran mataupun MOS (masa orentasi siswa) terlebih dahulu, karena keterangan tersebut saya dapat dari keterangan siswa langsung, padahal sebelumnya saya sudah tanya ke Zainuri selaku kepala sekolah katanya sudah penuh dan tidak ada bangku kosong, selain itu di tersebut juga menerima siswa dari SMPN 18 yang nilainya dibawah rata-rata hanya karena siswa tersebut berprestasi dalam olahraga Basket "paparnya

Masih menurut sumber,"Sebelumnya saya dapat informasi kalau di SMAN 19 masih ada lima bangku kosong yang belum terisi dan kemarin baru terisi tiga salah satunya siswa SMPN 18 yang nilainya dibawah tandard, tinggal dua yang kosong dan hari ini terisi satu yaitu dari SMP Muhamadiyah dan tinggal satu yang kosong, kuat dugaan adanya praktik jual beli bangku kosong disekolah tersebut."imbuhnya

Sementara itu, Moh Zainuri kepala sekolah SMAN 19 Surabaya saat dikonfirmasi Senin (3/8) diruang kerjanya membantah bahwa berita tersebut tidak benar dan tidak ada bangku kosong disekolah tersebut," yang jelas disini tidak ada bangku kosong, apabila ada lima dari bangku kosong itu asalnya darimana, dan tadi memang ada seorang ibu yang mendaftarkan anaknya disini dari SMP Muhamadiyah dan saya suruh daftar kembali ke SMA Muhamadiyah, sekarang yang bersangkutan sudah pulang, dan soal siswa dari SMPN 18 disini banyak yang berasal dari SMPN 18 karena disini pangsa pasarnya atau sub rayon berasal dari SMPN 18, 15 DAN 31,"kilahnya. (pan)