Ads (728x90)


SURABAYA (Media Bidik) – Dampak keputusan Ketua DPC Partai Hanura Kota Surabaya, Onny Philipus yang tidak melibatkan 14 PAC dalam Rakorcab berbuntut panjang. Pasalnya beredar kabar saat ini mulai ada perpecahan di kubu Partai Hanura.

Hal tersebut diungkapkan Ketua PAC Partai Hanura Wonokromo, Arie Khauripan menyatakan Perpecahan Partai Hanura Surabaya ini diduga terkait kasus ketidaktransparanan Ketua DPC Onny SD Philipus dalam pendistribusian uang saksi pemilu lagisatif lalu.

Kuat dugaan tidak di undangnya ke-14 PAC Rakorcab tersebut, karena mereka melaporkan kasus uang saksi ke DPD dan DPP Partai Hanura hingga Onny mendapat Surat Peringatan dari DPD. "Kabarnya Onny mendapat SP (surat peringatan). Buntutnya kami tidak dilibatkan dalam Rakorcab," jelas Arie, Senin (22/6/2015).

Menurut Keputusan Onny tidak mengundang mereka dalam Rakorcab tidak dapat dibenarkan. Mengingat sampai saat belum ada pergantian pimpinan untuk sejumlah ketua PAC yang tidak diundang."Kami ini masih pegang SK sebagai PAC," tandasnya.

Dia mengungkapkan, Rakorcab Partai Hanura Surabaya waktu itu hanya dihadiri pengurus harian dan 16 PAC dari 30 PAC yang ada. Sementara sisanya 14 PAC lainnya tidak hadir karena tidak diundang.

Ke-14 PAC yang tidak diajak Rakorcab itu di antaranya PAC Wonokromo, Sawahan, Sukomanunggal, Gayungan, Kenjeran, Sukolilo, Tambaksari, Sambikerep, Pakal, Wiyung, Rungkut, dan Dukuh Menanggal.

Tidak hanya Arie, Sekretaris DPC Hanura Surabaya, Warsito juga menyesalkan tindakan Onny Philipus. Dengan jabatannya sebagai sekretaris, ia mengaku merasa terbebani untuk segera menyelesaikan konflik yang muncul dengan melakukan komunikasi ke semua pihak.  Ia Meski demikian, sebagai sekretaris dirinya yang dengan sengaja tidak melibatkan 14 PAC, meskipun sebelumnya pernah bermasalah dengan dirinya. Akibatnya, Warsito sebagai sekretaris merasa terbebani untuk segera menyelesaikan konflik yang terjadi. "Sebagai sekretaris saya akan tetap membela ketua. Tapi untuk kasus ini, saya akan berusaha untuk duduk ditengah," ujar Warsito.

Menurut Warsito, pihaknya saat ini sedang melakukan komunikasi awal dengan sejumlah PAC yang tidak di undang. "Jujur saya kaget masalah ini ternyata masih berlanjut. Setahu saya persoalan antara ketua DPC dengan 14 PAC itu sudah selesai secara intern," ungkapnya.

Terpisah, Ketua DPC Partai Hanura Surabaya, Onny Philippus  membantah kalau Rakorcab dan pemaparan visi misi ketiga Balon Walikota Surabaya pekan lalu hanya dihadiri 16 PAC. Menurutnya, yang hadir dalam acara tersebut lebih dari 20 PAC.

"Beberapa PAC tidak hadir karena sedang ada masalah dengan internal partai," pungkas Onny.(pan)