Ads (728x90)


SURABAYA(Media Bidik) - Pemkot melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menjalankan program pengenalan sejarah berbalut religi pada anak-anak sekolah. Kegiatan wisata religi tersebut dilaksanakan selama dua hari. Yakni, pada Senin (13/4) dan Selasa (14/4). 

Sekitar 400 siswa/siswi dari puluhan SD dan SMP dengan beragam latar belakang agama ikut dalam acara tersebut. Mereka diajak berkunjung ke sejumlah lokasi wisata religi dan bersejarah. Antara lain, Klenteng Pak Kik Bio, Masjid Sunan Ampel, Pura Agung Jagat Karana, Gereja Katholik Kelahiran Santa Perawan Maria, dan Masjid Cheng Ho.

Di setiap lokasi, mereka mendapat cerita dari pengurus tempat ibadah masing-masing seputar sejarah serta perkembangan tempat ibadah tersebut. Mereka disajikan kisah-kisah inspiratif dan sarat makna di sana.

"Saya senang dengan kedatangan anak-anak untuk mengenal sejarah di Surabaya. Sebab, cerita-cerita seperti ini akan membuat kita bersemangat dan termotivasi untuk berbuat baik," kata Pengurus Masjid Ampel Zaid Muhammad di hadapan para siswa.

Zaid lantas bercerita tentang asal muasal pembangunan Masjid Ampel. Termasuk, pihak mana saja yang telah berperan dalam pemugaran dan renovasinya. Hal yang sama juga dilakukan oleh para pengurus atau pemuka agama di Klenteng Pak Kik Bio, Pura Agung Jagat Karana, Geraja Katholik Kelahiran Santa Perawan Maria, dan Masjid Cheng Ho, saat rombongan tiba di lokasi tersebut.

Guru-guru yang mendampingi para siswa pun menyambut baik kegiatan ini. "Melalui program ini, secara umum, murid-murid diperkenalkan tentang objek wisata dan keberagaman agama di Surabaya," ujar Sugiono, guru pendamping dari SMPN 6 Surabaya.

Pemuka Hindu  dari Pura Agung Jagat Karana Nyoman Mustika mengapresiasi antusiasme murid yang ikut dalam kegiatan ini. "Mudah-mudahan ini membuka wawasan anak-anak tentang religiusitas. Apapun agamanya, pengabdian pada agama masing-masing dan pengetahuan tentang agama-agama lain, pasti bermanfaat bagi para generasi penurus ini," ungkap dia. 

Salah satu murid SMP Nurul Huda bernama Wilda Tulhilalifa mengaku senang dapat kesempatan berkunjung ke tempat-tempat wisata lintas agama. Selama ini, dia hanya sering ke Masjid. Namun, tidak pernah berkunjung ke Klenteng, Pura, maupun Gereja. "Ternyata tempat ibadah agama lain bagus-bagus. Sejarah dan ceritanya juga sangat menarik," ungkap dia.(Topan)