Ads (728x90)


SURABAYA(Media Bidik) – Satuan Unit Pidana Ekonomi Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil ungkap pembuat produksi makanan ringan (snack) yang sudah dikemas bermerk " Banjir Duit " yang siap edar dan dijual di pasaran diduga terbuat dari bahan dasar wafer reject (kadaluarsa) yang terindikasi sebagai bahan campuran pembuat pakan ternak yang sangat berbahaya di komsumsi untuk anak-anak sekolah.

AKBP Sumaryono Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya mengatakan, Terungkapnya kasus makanan ringan berbahan dasar wafer reject (kadaluarsa) yang dikemas dalam bentuk shacet yang siap di jual belikan dan beredar di pasaran.

Kronologis pengungkapan kasus makanan ringan berkadaluarsa tersebut, berdasarkan informasi dari masyarakat. Petugas Satreskrim Polrestabes Surabaya, berhasil menghentikan satu unit truk Nopol S 8224 UQ yang mengangkut makanan ringan bermerk "Banjir Duit" yang sudah dikemas dalam bentuk shacet.

"Setelah dicek ternyata betul, Makanan ringan tersebut memang berkadaluarsa yang akan dijual belikan khusus kepada anak-anak sekolah dasar," Terangnya.

Setelah Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil menghentikan satu unit truk yang berisi makanan ringan terbuat dari bahan kadaluarsa, kemudian Petugas melakukan penelusuran pabrik pembuatan yang ada di daerah jombang dan berhasil menangkap tersangka berinisial HND (48) selaku pemilik.

"Menurut hasil pemeriksaan tersangka HND, bahan dasar yang di produksi terbuat dari bahan kadaluarsa yang di khususkan untuk bahan campuran pakan ternak," Jelas AKBP Sumaryono Kasat Reskrim Polretabes Surabaya.

Sumaryono juga menjelaskan,"Tertangkapnya tersangka HND (48) warga Kedung papar kecamatan Sumobito kabupaten Jombang dijerat dengan pasal berlapis yakni,Pasal 140-142 UU RI No 18 tahun 2012 tentang pangan, Pasal 8 ayat (1) tentang pelindungan konsumen,dan Pasal 204 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun,"tegasnya

Sementara itu, beberapa barang bukti yang di dapat antara lain, dua buah unit truk yang berisi makanan ringan snack kadaluarsa sangat berbahaya sebanyak 900 kardus dikemas berupa shacet yang siap dipasarkan di wilayah, Surabaya,Sidoarjo,dan Gresik dengan beberapa merk yakni, Mandi Uang,dan Banjir Duit dijual dengan harga murah. (irw)