Ads (728x90)


SURABAYA(Media Bidik) – Setelah mendapat predikat dua besar kategori kecamatan yang paling rawan wabah Demam Berdarah (DBD) di sebabkan nyamuk Aedes aegypy, kecamatan Rungkut surabaya membentuk team Pemantau Sarang Jentik Nyamuk(PSJM),tujuannya adalah untuk mengantisipasi kemungkinan buruk memawabahnya kasus DBD diwilayah kecamatan Rungkut Surabaya.

Menurut data yang ada, di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Medokan Ayu sering menangani wabah penyakit DBD yang ada ditiga Kelurahan diwilayah  kecamatan Rungkut.

Ridwan menjelaskan, Sebenarnya kasus wabah DBD ini bukan di wilayah kecamatan Rungkut, ada 2 Puskesmas masing-masing membawahi 3 kelurahan salah satunya Puskemas Medukan Ayu yang paling banyak menangani wabah penyakit demam berdarah.

"Bukan kecamatan rungkut yang terkena kasus DBD, tapi salah satu Puskesmas yang ada di wilayah kecamatan rungkut. Ada 7 warga yang terserang DBD yang di tangani Puskesmas tersebut," Kata Ridwan.Jumat (06/02)

Masih menurut Ridwan,"Kita sudah bentuk Tim pemantau yang sehari-hari keliling ke beberapa titik wilayah yang menjadi sarang wabah penyakit DBD, selain itu Tim PSJM juga lakukan sosialisasi kepada guru dan murid di sekolah dasar guna antisipasi kasus wabah penyakit DBD," Terangnya

Ridwan juga  menambahkan, Tugas tim pemantau tersebut, sehari-harinya berkeliling melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat cara mengantisipasi penyakit DBD, yang sudah di ajurkan oleh walikota surabaya yakni dengan cara 4 M, Menguras bak air, mengubur barang bekas, Menutup makanan di dalam rumah, dan yang terpenting memantau setelah melakukan antisipasi 4M tersebut. (irw)