Ads (728x90)

SURABAYA(Media Bidik) - Meski berlabel kota jasa dan perdagangan, tak membuat Surabaya melupakan aspek estetika yang ramah lingkungan. Buktinya, pada Sabtu pagi (24/1), penanaman pohon dilaksanakan di wilayah Kecamatan Sukomanunggal, tepatnya di Simorejo Sari B.

Sekitar 300 orang terlibat dalam kegiatan ini. Mereka terdiri dari unsur dinas kebersihan dan pertamanan (DKP), dinas PU bina marga, dinas pertanian, satpol PP, linmas, serta pegawai kecamatan dan kelurahan setempat. Tak ketinggalan warga dan tokoh masyarakat juga dilibatkan. Di bawah komando langsung dari Walikota Tri Rismaharini, pelaksanaan penanaman pohon berjalan cukup lancar.

Mengenakan atasan warna biru muda, walikota perempuan pertama di Surabaya itu terlihat bersemangat memberikan menggali tanah. Sesekali dia bercengkerama dengan warga guna memahami apa keinginan mereka. "Pak, ini tolong ada warga yang minta bibit tanaman matoa. Langsung didata ya," ujarnya seraya memberi instruksi kepada salah seorang pegawai DKP.

Dijumpai di lokasi, Camat Sukomanunggal Achmad Suud Asyari mengatakan, areal penanaman pohon sepanjang 800 meter dari pintu masuk arah Jl. Tanjungsari. Pada sisi kanan dan kiri Jl. Simorejo Sari B terdapat saluran air. Untuk itu, tidak semua pohon ditanam langsung di tanah. Di beberapa titik, mekanisme tabulapot diberlakukan. Yakni, penempatan tanaman di atas pot.

Sedangkan jenis pohon yang ditanam sebanyak 300 bibit. Rinciannya, dinas pertanian menyediakan 200 tanaman produktif seperti belimbing, jeruk, sawo kecik, mangga dan sebagainya. Total ada 10 jenis tanaman produktif yang disiapkan. Sementara 100 pohon non-produktif yang kebanyakan berjenis trembesi disuplai oleh DKP.

Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Di samping penanaman pohon, pemkot juga memanfaatkan kesempatan itu untuk membersihkan saluran air. Para petugas dari dinas PU bina marga membuka penutup saluran yang terbuat dari beton kemudian mengeluarkan kotoran yang berpotensi menghambat aliran air. Hal ini, dikatakan Achmad, sekaligus sebagai upaya antisipasi banjir.

Tak hanya itu, Achmad menuturkan, pihaknya telah meminta peran aktif perusahaan/pabrik di wilayahnya agar menanam pohon di wilayah masing-masing. Pasalnya, sekitar 5 persen dari luas wilayah Kecamatan Sukomanunggal merupakan kawasan pabrik dan pergudangan. "Kemarin (23/1), saya sudah mengirimi surat ke masing-masing perusahaan tersebut. Intinya, menghimbau agar segera dilakukannya penanaman pohon," ucap Achmad.

 Hal senada disampaikan Asisten IV (bidang kesejahteraan rakyat) Sekkota Surabaya, Eko Haryanto. Menurut dia, pabrik juga harus memberikan kontribusi positif terhadap warga Surabaya. "Jadi, pabrik-pabrik atau pergudangan itu tidak hanya menjadikan kota ini sebagai lahan bisnis, melainkan juga wajib ada timbal balik positif bagi warga sekitar," terang mantan kepala dinas sosial ini.(Topan)