Ads (728x90)



SUARABAYA (Media Bidik) – Pasca terbitanya surat pengunduran BF Sutadi ke DPP yang memohon untuk mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPC Gerindra Surabaya mulai disambut baik oleh sejumlah kadernya. Sejumlah nama mulai muncul sebagai kandidat pengganti seperti pengacara kondang M. Sholeh, Abdul Halim (Anggota DPRD Jawa Timur) dan H. Abdul Malik Wakil Ketua DPD Gerindra Jatim.

Kondisi ini membuat sejumlah PAC Gerindra Surabaya juga mulai bersuara untuk menyampaikan sosok yang dianggap pantas untuk menggantikan poisisi yang sebelumnya diduduki BF Sutadi yang telah menyampaikan permohonan pengunduran dirinya.

Isu yang santer, sosok M Soleh dianggap paling kuat dibanding dua nama yang lain karena dinilai mempunyai kinerja yang dibuktikan pada masa Pilpres kemarin. Apalagi, elektabilitas Sholeh cukup tinggi dibandingkan dua nama lain yang turut mendapat rekom.

Sayangnya wacana tiga nama calon pengganti untuk kedudukan Ketua DPC Gerindra Surabaya ini justru dianggap lemah oleh sejumlah tokoh gerakan koalisi merah putih Jatim untuk pemenangan Prabowo bulan lalu yang mengatakan jika BF Sutadi masih dianggap layak meneruskan jabatannya.

"Setelah ketua umum dipegang langsung oleh bapak sendiri (Prabowo-red), situasi DPP memang menjadi lain, karena beliau sendiri yang akan mengendalikan partai Gerindra, dan kondisi sekarang ini, sosok BF Sutadi masih dianggap layak memimpin DPC Surabaya," ucap Irwan Sekretaris Gerakan Indonesia Baru (GRIB) Jatim.

Tidak hanya itu, Irwan juga masih yakin bahwa tak satupun kader DPD Gerindra Jatim yang bisa dianggap layak menggantikan posisi BF Sutadi karena sudut pandang Ketua Umum yang sekarang (Prabowo Subianto-red) sudah berbeda, sejak partainya tidak mampu menjadi pemenang di Pilpres bulan lalu.

"Pasca Pilpres bulan lalu, bapak (Prabowo-red) lebih serius membangun partai kedepan sampai-sampai beliau bersedia menjadi ketua umum, dan Jatim menjadi target awal terutama wilayah Kota Surabaya, dan saya melihat posisi BF Sutadi masih kan dipertahankan," jelasnya.

Hal senada juga diucapkan oleh Bambang Smit yang selama ini dikenal sebagai salah satu orang dekat Prabowo yang mengatakan jika dirinya mendapat signal jika ketua DPC Gerindra Surabaya akan tetap dikembalikan ke BF Sutadi.

"Pituasi DPP saat ini memang jauh berbeda dibanding sebelum Ketua Umumnya dipegang oleh Prabowo, dan signal yang saya dapat, nama BF Sutadi sepertinya memang masih dianggap layak untuk memimpin partai di Kota Surabaya, tapi benarnya seperti apa, ya kita lihat saja nanti," terangnya usai mengikuti acara demo soal asset Kota Surabaya di depan Balai Kota kemaren.

Menanggapi kabar ini, BF Sutadi justru mengaku kaget karena dirinya sudah menyerah dan menyampaikan surat permohonan pengunduran dirinya, meski dirinya juga mengaku bahwa suratnya belum sempat mendapatkan jawaban dari DPP.

"Sampean itu jangan ngarang, itu kabar darimana kok justru saya baru tau dari sampeyan, kan saya sudah mengajukan surat permohonan pengunduran diri saya, meski hingga saat ini memang belum ada balasan, dan perkiraan saya karena ketua DPD Jatim masih menjalankan ibadah Haji sehingga tertunda," jawab Sutadi di ruang fraksi. (2/10/14)

Meskipun, lanjut Sutadi, saya sudah menyampaikan surat pengunduran diri ke DPP, namun karena masih belum diproses maka saya sampai saat ini masih menjalankan aktifitas sebagai ketua DPC Gerindra, hanya saja yang sekarang full time di kantor DPC saya serahkan ke sekretaris.

Namun demikian Sutadi mengaku siap menjalankan tugas partai jika ternyata dirinya kembali dipercaya mengendalikan partai di wilayah Kota Surabaya, karena sejumlah agenda penting partai diakuinya sudah menunggu.

"Kalau memang itu menjadi keputusan DPP, maka saya anggap sebagai tugas partai yang diberikan kepada saya, dan saya sebagai kader Gerindra harus siap menjalankan amanah itu," tegas BF Sutadi yang terlihat masih belum percaya dengan kabar yang diterimanya.

Terkait posisi ketua umum partai Gerindra yang kini dipegang langsung oleh Prabowo Subianto, kabar tak sedap juga mulai melanda DPD Gerindra Jatim yang kabarnya akan merekonstruksi susunan pengurusnya termasuk akan mengganti Supriatno sebagai ketua DPD karena dianggap gagal mengemban tugasnya di Pilpres bulan lalu.(Topan)