Ads (728x90)







SURABAYA (Media Bidik) - Merasa gagal menduduki posisi sebagai wakil ketua DPRD kota Surabaya  BF Sutadi mengajukan mundur dari jabatan Ketua DPC Gerindra Surabaya. Namun sumber lain mengatakan jika langkah cepat diambil karena telah mendengar bahwa dirinya akan terkena imbas langkah DPP Gerindra yang akan melakukan re-organisasi besar-besaran di wilayah Jatim. Benarkah ?

Diakui oleh BF Sutadi yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Asisten I Sekkota Surabaya bahwa dirinya sengaja mengajukan pengunduran dirinya sebagai Ketua DPC Gerindra Surabaya. Disamping mengaku akan memaksimalkan tugasnya sebagai ketua fraksi, Sutadi secara jantan mengakui bahwa dirinya merasa gagal mengemban tugas dari DPP terkait Pileg dan Pilpres di wilayah Kota Surabaya.
 
"Yang jelas, saya mengajukan mundur itu ada tiga alasan. Pertama, saat jadi ketua DPC, saya merasa gagal mengemban amanat tersebut. Sebab saat itu perolehan suara Pileg di Surabaya sangat besar namun perolehan kursinya sedikit. Begitu juga dengan Pilpres, kita gagal meraih suara besar. Alasan kedua, saya ingin memberi kesempatan kepada pihak lain sebagai bentuk reorganisasi di kepengurusan. Dan yang ketiga, saya ingin fokus terhadap posisi saya sebagai wakil rakyat untuk berjuang demi rakyat," tegas Sutadi.(17/9/14)

Sutadi menganggap bahwa beban DPC di masa mendatang jauh lebih berat dan harus dipersiapkan jauh hari sebelumnya karena Kota Surabaya akan menyelenggarakan Pilwali, untuk itu langkah mundur sejak dini dipilihnya agar lebih bisa memberikan waktu dan kesempatan untuk melakukan langkah re-organisasi kepada penggantinya.
 
"Jangan sampai saya mengajukan mundur saat waktu mepet. Kasihan organisasi, nanti malah kelabakan menyiapkan dua agenda itu. Dengan mundur jauh hari, maka ketua yang baru bisa mempersiapkan agendanya," tambahnya.

Sebagai kader partai, Sutadi tetap berharap Partai Gerindra Surabaya bisa semakin berkembang menjadi besar pasca kepemimpinannya, karena kerja organisasi dan mesin politiknya bisa siap serta dimulai sejak dini.

Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa DPP Partai Gerindra memang akan melakukan re-organisasi besar-besaran di wilayah Jatim, yakni akan ada 17 DPC di Jatim yang akan dicopot dari jabatannya karena dianggap gagal mengemban tugasnya di Pileg dan Pilpres 2015.

Apakah langkah Sutadi ada kaitannya dengan kabar tersebut? Tentu hanya dirinya yang bisa menjawab. Karena jika sampai langkah pencopotan dilakukan, maka akan berimbas kepada harga diri seorang politisi, apalagi Sutadi merupakan pendatang baru di dunia politik karena sebelumnya lebih matang sebagai seorang birokrasi.(Topan)