Ads (728x90)



SURABAYA (Media Bidik) – Teka teki soal nama-nama yang akan mengisi posisi puncak atas rekom DPP di DPRD Surabaya kini sudah terjawab yakni Ratih Retnowati sebagai wakil ketua dan H Junaedi mendapat posisi ketua fraksi Demokrat, bahkan SK DPP Partai Demokrat dan surat pengantar DPC Demokrat Surabaya telah diserahkan ke Sekwan hari ini Senen (8/9/14).

Menanggapi pergeseran namanya, Junaedi mengaku legowo dengan keputusan yang berikan DPP sebagai implementasi kepatuhannya terhadap organisasi partai dengan harapan partai Demokrat Surabaya akan lebih besar dan berperan alktif dalam memperjuangakan suara rakyat koat Surabaya.

"Politik itu kan dinamis mas, pergeseran posisi dan sebagainya adalah hal yang biasa dan wajar, karena DPP pasti mempunyai pertimbangan dan kajian yang mendalam sebelum mengeluarkan SK," jawabnya.

Sebagai kader partai dirinya akan menerima segala keputusan DPP yang merupakan induk partai dengan rasa legowo, mengamankan sekaligus melaksanakan demi masa depan partai di kota Surabaya.

Meskipun disebut-sebut sebagai kawan baik Dadik Risdaryanto (mantan ketua DPC Demokrat Surabaya yang lengser-red), Junaedi merupakan caleg incumbent yang kembali berhasil masuk ke gedung DPRD Surabaya untuk kedua kalinya ini juga menyampaikan jika dirinya akan mendukung penuh pergantian ketua DPC Demokrat Surabaya yang kini dipegang oleh Hartoyo Kabid OKK DPD Demokrat Jatim.

"Seperti yang sudah saya katakan, bahwa sebagai kader saya akan mengikuti apa yang menjadi keputusan DPP, termasuk soal penggantian ketua DPC Surabaya, semua ini adalah dinamika politik yang tidak bisa kita hindari, tergantung bagaimana kita menanggapi dan bersikap, kalau saya sih positip-positip saja," jelasnya.

Kepada media ini, Junaedi mengatakan jika SK DPP telah diserahkan ke Sekwan dengan lampiran surat pengantar dari DPC, yang artinya nama Ratih Retnowati sebagai wakil ketua dan dirinya sebagai ketua fraksi telah fix (baku).

"Baru saja SK DPP dan surat pengantar DPC terkait posisi wakil ketua dan ketua fraksi kami serahkan ke Sekwan, isinya memang bergeser yakni Ratih wakil ketua dan saya sebagai ketua fraksi," jelasnya.

Ditanya soal alat kelengkapan dewan di DPRD Surabaya, H Junaedi berharap agar pembagian posisi untuk masing fraksi berlandaskan azas proporsional.

"Saya berharap proporsional saja, dan semua itu kan menunggu hasil musyawarah, namun demikian kami juga berharap peran wakil ketua asal Demokrat (Ratih-red) bisa memperjuangkan hal itu," imbuhnya. (Topan)