Ads (728x90)



SURABAYA (Media Bidik) – Program Pemkot Surabaya membangun sarana transpotasi angkutan massal cepat (AMC) jenis TREM, mednapat kritikan tajam dari ketua komisi D DPRD Surabaya Baktiono, dia menilai bahwa program tersebut akan menambah rangkaian kemacetan kendaraan di Kota Surabaya karena realisasinya akan mengambil sebagian badan jalan raya serta menuding bahwa proyek ini hanya akan menguntungkan pihak marketing Trem dan para makelarnya, karena kajian terhadap dampak kemacetan justru diabaikan.

Entah ada masalah apa dengan Tri Rismaharini Walikota Surabaya, tetapi hampir seluruh kebijakannya selalu dijadikan bahan oleh Baktiono angota DPRD Surabaya untuk menyampaikan kritikan tajamnya terkait program tersebut, Baktiono berpendapat bahwa proyek ratusan miliar ini hanya akan menguntungkan salah satu pihak saja, karena realisasinya akan menambah rangkaian kemacetan di kota Pahlawan.

“Coba kita pikir saja yang jernih, posisi rel Trem itu selalu berada di pinggi atau tengah badan jalan yang ada, padahal Kota Surabaya ini ingin mencari solusi untuk kemacetan, kenapa harus memilih angkutan massal jenis Trem, ini kan kontradiksi, kalau mono rel masih masuk akal karena jalurnya berbeda,” ucap Baktiono menggebu-nggebu. (17/9/14)

Baktiono mengaku pernah terlibat dalam rapat soal presentasi angkutan massal jenis Trem dengan Pemkot Surabaya, namun dikatakan jika tak satupun dari pejabat Pemkot yang menjawab dan berkomentar saat dirinya bertanya soal dampak kemcetan yang ditimbulkan.

“Jujur saya pernah terlibat rapat soal ini (Trem) dengan Pemkot Surabaya, karena saat itu saya mewakili ketua yang sedang berhalangan, namun setelah saya kejar dengan pertanyaan soal dampak yang ditimbulkan dan mafaat yang didapat, tak satupun dari mereka yang menjawab, karena sudah jelas bahwa jalur Trem itu memang berada di badan jalan yang kini sudah dilanda kemacetan, kan jadi tambah macet, bukan malah memberikan solusi, sampai saya sempat menyampaikan kepada mereka (personilpemkot-red), jangan sampeyan semua beralih menjadi marketing atau makelarnya Trem loh ya,” cetusnya.(Topan