Ads (728x90)



SURABAYA (Media Bidik) - Meski tak sedikit warga kota Surabaya yang mengakui keberhasilan Tri Rismaharini saat menjabat sebagai Walikota, namun tidak bagi politisi gaek Bambang DH karena dianggapnya tidak bisa menjalankan koordinasi 3 pilar yang menjadi kewajibannya sebagai Kader dari partai PDIP.

Singkat kata, Bambang DH menegaskan bahwa PDIP akan mengusung kader yang dinilainya patuh kepada amanah partai, dan untuk sementara pilihan itu jatuh kepada Wisnu Sakti Buana yang saat ini menjabat sebagai wawalikota Surabaya menggantikan dirinya yang mengundurkan diri.

Bambang menilai jika kepemimpinan Risma sebagai Walikota dianggap jalan sendiri karena tidak pernah melibatkan partai pengusungnya yakni PDIP yang mempunyai kebijakan koordinasi 3 pilar yakni koordinasi antara eksekutif partai, legeslatif dan pejabat daerah asal PDIP.

Ditanya soal alasan kenapa tidak kembali mengusung Tri Rismaharini di Pilwali 2015, Bambang DH mengatakan jika pihaknya tidak ingin lagi ada kebuntuan komunikasi antara partai, legeslatif dan eksekutif yang diusung oleh PDIP.

"Selama ini dia (Risma-red) kan selalu jalan sendiri, tidak pernah melaksanakan amanah partai yakni melakukan koordinasi tiga pilar antara lain partai, legeslatif dan eksekutif asal PDIP, tentu saja hal ini menjadi catatan tersediri bahkan merupakan persoalan besar bagi partai kami," ucapnya usai memberikan pembekalan ke sejumlah anggota fraksi PDIP DPRD Surabaya. (2/9/14)

Diakui oleh Bambang DH yang saat ini duduk dijajaran pengurus partai PDIP di Jatim bahwa pihaknya akan mengusung kader partai yang dinilainya layak di Pilwali Surabaya 2015 dan kemungkinan besar akan jatuh kepada Wisnu Sakti Buana ketua DPC PDIP Surabaya.

"Jelas kami akan lebih condong untuk mengusung kader partai sendiri yang berpengalaman seperti WS (Wisnu Sakti Buana-red), karena beliau sarat dengan pengalaman, mulai dari jabatan di pimpinan dewan dan pimpinan partai hingga kini menjabat sebagai wawalikota," tegasnya.

Disinggung soal kedekatan Risma dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, Bambang DH tidak mempersoalkan hal itu dan mempersilahkan untuk melakukan upaya apapun, tetapi diyakininya bahwa sikap partai di daerah sudah jelas.

"Ya silahkan saja, kan biasanya memang begitu, selalu by pass alias langsung ke Ketum jika ada persolan yang berkaitan dengan partai, namun suara kader partai didaerah tidak bisa diabaikan demi masa depan partai, dan sudah jelas yakni kami tidak akan kembali mengusungnya," tandasnya. (Topan)