Ads (728x90)



SURABAYA -  Teka teki masa depan gedung mangkrak yang ada di depan terminal Tambak Osowilangun (TOW) akhirnya terungkap. Saat ditemui di gedung DPRD Surabaya, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) berencana membongkar dan meratakan bangunan tersebut.

Rencananya, setalah bangunan tersebut diratakan lahan yang ada akan digunakan untuk perluasan Terminal Tambak Osowilangon. Mengingat luas TOW saat ini masih dianggap kurang untuk menampung arus kendaraan maupun arus penumpang.
 
 "Pada prinsipnya, proyek kerjasama dengan PT Bintang Osowilangun (pemilik proyek) itu tidak dapat dilanjutkan," tegas Tri Rismaharini, Senin (14/7/2014).
Menurutnya, PT Bintang Osowilangun selaku pemilik bangunan belum ada izin dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). Proyek bisa dikerjakan sampai menunggu pengesahan dari Kemendagri. Jika ternyata tidak disahkan, maka investor harus mengembalikan tanah proyek dalam keadaan kosong.

Itu merujuk isi perjanjian yang menyebutkan, jika proyek tidak selesai maka harus dikembalikan ke pemkot dalam keadaan kosong. "Itu isi perjanjian yang kita buat dulu. Jadi kita tidak ada kewajiban membayar ganti rugi atas bangunan tersebut bila nanti sudah dirobohkan," tandasnya.
Diketahui, awal dari proyek ini bermula pada tahun 1996. Dimana saat itu ada perjanjian kontrak antara Pemkot Surabaya dengan PT Bintang Osowilangun untuk membangun gedung pusat perbelanjaan. Dalam proyek ini, pemkot menyediakan lahan seluas 2 hektar.

Sedangkan dana pembangunannya dibebankan semuanya pada investor. Proyek ini saat itu memakan dana sekitar Rp41 miliar. Jangka waktu pelaksanaan pembangunan membutuhkan waktu sekitar 36 bulan. Proyek harus selesai terhitung sejak dokumen disetujui pihak pertama.  

"Dalam perjanjian kerjasama antara pemkot dengan investor juga tidak menyebutkan adanya ganti rugi yang harus diberikan pemkot pada investor, ketika proyek tersebut batal. Hal ini juga yang membuat pihak investor menempuh jalur hukum," imbuh Risma.(Bambang)