Ads (728x90)

SURABAYA - Tidak terima penutupan Dolly oleh Pemerintah Kota Surabaya pada hari ini warga Dolly beserta puluhan PSK yang tergabung dalam FPL (Front Pekerja Lokalisasi) bentrok dengan aparat kepolisian dari Polda Jatim yang sudah siaga dengan tameng dan tongkat, Kericuhan sempat terjadi dalam aksi penolakan penutupan lokalisasi Dolly yang digelar oleh warga, mucikari, PSK (pekerja seks komersial), beserta aktivis LSM. Seorang warga Dolly mengaku dipukuli oleh aparat kepolisian.

"Saya di sana dipukuli sama polisi," teriak salah satu warga yang tergabung dalam FPL (Front Pekerja Lokalisasi) tersebut kepada Kapolsek Sawahan Kompol Manang, Rabu (18/6/2014).

Ricuh tersebut dipicu oleh pergerakan dari 5 truk aparat Dalmas yang hendak masuk dan menerobos penjagaan warga di jalan raya Dukuh Pakis. Sementara itu, warga bersikeras untuk memblokade jalan tersebut. 

Mendapat perlawanan warga, aparat terus memaksakan masuk. Sampai akhirnya pertahanan warga pun jebol. Pasukan Sabhara dari Polda Jatim datang dan langsung membentuk blok atau pagar betis. Mereka juga meminta agar FPL membubarkan aksinya. 

Tetapi karena warga yang tergabung dalam FPL terus melakukan perlawanan, situasi semakin kacau. Tidak mau terjadi bentrok antara warga dan aparat, Kompol Manang lantas memerintahkan pasukan Sabhara mundur dan kembali ke posisi semula.

"Tenang, pasukan kita suruh mundur dan ini tanggung jawab saya," kata Kompol Manang di hadapan massa. (pan)