Ads (728x90)



Surabaya – Pernyataan dari Kabagreskrim adanya potensi gesekan fisik dari pendukungan kedua capres dalam Pilpres 9 Juli nanti terjadi di kota-kota besar, dinilai oleh para relawan dikota pahlawan terlalu berlebihan tidak terjadi sesuai dilapangan.
Koordinator Relawan Komunitas Alumi perguruan tinggi Se-Indonesia (KAPI) pilih Jokowi Wilayah Indonesia Timur Muhaji Abriyah mengatakan. Pernyataan Kabagreskrim merupakan sebuah pernyataan propekatif, tidak sesuai dengan situasi dan kondisi di lapangan.
" Saya pikir tidak benar, itu pernyataan yang propokatif, kami para relawan di dari Jokowi dan Prabowo malah sering komunikasi dan berangkulan," kata Muhaji Abriyah. Kamis (19/6) di kantor (Kapi) jalan Gubeng Kerjajaya.
Aktivis yang sering dipanggil Jimuah, menuturkan jika Mabes Polri dalam memberikan pernyataan berdasarkan analisa harus didukung dengan sebuah data yang akurat, tentunya dengan adanya indikasi atau indikator yang mengarah kesana.
" Pernytaan Kabagreskrim saya pikir analisa yang tidak jelas indikatornya, hal itu terlihat kenyataan ditingkat bawah kami baik – baik saja tidak adanya indikasi gesekan fisik dalam pilpres nanti," tegas aktivis yang ikut peran dalam menggulingan era orba ini. 
Namum Jimuah mengakui, jika para relawan kedua capres memanas ditingkat dunia maya. Akan tetapi memanasnya didunia maya tidak akan mempengaruhi kalangan masyarakat dibawah. Karena didalam dunia maya hanya orang tertentu saja, dan bisa dikatakan orang satu bisa memiliki beberapa akun di Facebook dan Twitter.
" Kita sering ketemu dengan relawan Prabowo-Hatta tidak ada masalah bahkan kita sering diskusi, dan sekarang masyakarat Surabaya khususnya dan Jawa Timur pada umumnya sudah pandai dalam menyikapi pesta Demokrasi dipilpres nanti," ujarnya.
Pernyataan yang sama juga di kata tim sukses Capres Prabowo-Hatta Jawa Timur Sutadi, Pria yang juga menjadi Ketua DPC Gerindra Surabaya ini menyatakan. Sebenarnya potensi adanya gesekan fisik pada pelaksanaan Pileg 9 April lalu. Namum dalam Pilpres nanti potensi adanya benturan kedua pendukung capres tidak akan terjadi.
" Ya karena tenaga pikiran sudah terkurang dalam Pileg kemarin dan ditingkat bawah potensi gesekan fisik bisa terjadi, namum dalam pilres tidak ada indikasi seperti itu karena semua kader dan simpatisan sudah terkuras tenaga namum bukannya kami tidak semangat dalam Pilres kami masih tetap semangat dan terus berkerja memenangkan pasangan Prabowo-Hatta," katanya.