Ads (728x90)


Surabaya-Ingin lebih memperkuat hubungan dengan kalangan akademisi, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) kembali memperpanjang kerjasamanya dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. 

Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr Marsetio MM dengan Rektor ITS Prof Dr Ir Tri Yogi Yuwono DEA di Gedung Rektorat ITS, Senin (12/5/2014).

TNI-AL sudah cukup lama menjalin kerjasama dengan ITS. Bahkan, sejak ITS berdiri dan saat itu Institut Angkatan Laut menjadi cikal bakal berdirinya ITS. Piagam Kesepakatan Bersama dan Perjanjian kerjasama antara TNI AL dengan ITS yang ditandatangani oleh Rektor ITS dan KSAL diperpanjang dalam bentuk kerjasama bidang pendidikan.

Laksamana TNI Dr Marsetio mengatakan bahwa TNI-AL telah bekerjasama dengan 25 Perguruan Tinggi di Indonesia. ITS salah satunya dan tertua sejak tahun 1950-an. ''Dahulu banyak pengajar dari AL dan namanya juga Institut AL, yang mana pengajar-pengajar tersebut merupakan cikal bakal berdirinya ITS,''ujar Marsetio dalam sambutannya.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini TNI-AL sedang membangun industri pertahanan dalam negeri. Namun sayangnya, menurut Marsetio, dalam upaya mengembangkan industri pertahanan dalam negeri itu ternyata masih belum banyak melibatkan perguruan tinggi. Masih lebih banyak melibatkan hanya dari dunia industri semata.

''Ke depan, pengadaan kapal harus melibatkan perguruan tinggi dan kebetulan pertengahan September nanti kita kedatangan tiga buah kapal baru berjenis fregat dari Inggris,''ujar Marsetio.

Dalam sambutannya, Rektor ITS Prof Dr Ir Tri Yogi Yuwono DEA menjelaskan bahwa ITS saat ini juga memiliki kapal selam yang merupakan riset ITS. ''Kita juga sedang menggarap kapal selam dan masih belum jadi, baru sekitar 70 persen rampung, yakni Kapal Perang Crocodile-Hydrofoil (KPC-H),''paparnya.

Awalnya, jelas Tri Yogi, kapal tersebut didanai Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dan berhenti. Namun, saat ini ITS sedang mengupayakan agar bisa mendapatkan pendanaan dari Kemdikbud.
Mendengar sambutan Triyogi, Marsetio menanggapi bahwa beliau tertarik dengan tawaran ITS. ''Mendengar ada kapal perang crocodile tersebut, saya tertarik untuk melihatnya terlebih dahulu,''ujarnya.

Setelah penandatanganan naskah piagam MoU, juga dilakukan penandatanganan naskah kerjasama yang dilaksanakan oleh Kepala Dinas Pendidikan TNI AL Laksamana Pertama TNI Ir Sewoko Kartanegara dan Wakil Rektor ITS Bidang Kerjasama dan Penelitian Prof Dr Darminto MSc yang disaksikan oleh Rektor dan KSAL.

Perpanjangan kerjasama dalam bidang pendidikan ini berupa bantuan staf pengajar untuk pendidik di TNI-AL dan timbal balik untuk ITS adalah pengembangan riset-riset di Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) dan kedisiplinan. ''Beberapa jurusan sudah mendapatkan pendidikan kedisiplinan selama 3-4 hari di markas Marinir di Pasuruan sana dan semoga yang lain bisa mengikuti,''jelas Tri Yogi.

Tak hanya kerjasama dalam bidang pendidikan yang dibutuhkan, tetapi juga dalam bidang pengabdian masyarakat yang nantinya bisa dikembangkan bersama. Seperti halnya pengembangan pantai yang letaknya tidak jauh dengan ITS.

Dalam kesempatan ini, KSAL juga berkenan memberikan Kuliah Umum di hadapan ratusan mahasiswa ITS dengan tema Peran Mahasiswa Dalam Ikut Mendukung Terwujudnya Indonesia Menuju Negara Maritim Berkelas Dunia di Auditorium Pascasarjana ITS. (nos/beritasurabaya.net)

Teks foto :
KSAL menyerahkan cinderamata kepada Rektor ITS (kanan).
Foto : Humas ITS.


Post a Comment