Ads (728x90)

Pendidikan sex kepada anak itu penting agar anak dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti penyakit menular sexual atau kehamilan di luar nikah. Juga tidak terpengaruh pornografi, yang sering tak sesuai kenyataan. Saat ini, pornografi bisa diakses secara gratis dengan internet, bahkan oleh mereka yang masih anak-anak.

Untuk menghindari hal itu, orangtua berperan besar. Demikian dikemukakan pakar dari Australia, Prof Alan McKee. Penulis buku The Porn Report ini menyatakan, bila anak muda bergantung pada pornografi untuk mendidik diri mereka tentang seks, batasan antara fantasi dan realitas akan kabur. Karena itu, orang tua harus memberi tahu remaja bahwa pornografi bukanlah panduan sex.

"Dari begitu banyak segi, sex yang porno berbeda dengan sex sebenarnya. Sex yang porno memperlihatkan yang enak dilihat dan bukan yang memang enak untuk dirasakan," ujar McKee.

Ada beberapa elemen yang tidak ditampilkan dalam pornografi, ucapnya, seperti penggunaan kondom. Selain itu, pornografi sering tidak mengedepankan kepuasan sexual pihak yang terlibat dan tidak memperlihatkan apa yang terjadi sebelum hubungan sexual.

"Pornografi tidak menunjukkan negosiasi dan kesediaan dalam sex. Pornografi jauh lebih berfokus pada hal-hal yang memberi kepuasan pada laki-laki, bukan perempuan, dan itu harus kita sampaikan kepada anak muda," tuturnya.

Orang tua seringi canggung berbicara tentang sex. Namun, menurut McKee, lebih baik bicara jujur soal ini dengan anak saat mereka masih muda. Ia membantah pendapat bahwa gara-gara berbicara tentang sex, remaja akan buru- buru melakukan hubungan sex. "Kalau kita menolak bicara tentang itu dengan mereka, mereka akan meraba-raba," katanya.***