Ads (728x90)


Gresik- Masih maraknya warung remang-remang di kawasan Kecamatan Manyar, membuat  warga setempat prihatin. Mereka melapor ke aparat setempat. Selanjutnya  Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Manyar merespon dengan melakukan penertiban.

Mereka mendatangi sejumlah warung yang diduga menjual barang-barang terlarang seperti minuman keras dan pelayannya berpakaian seksi.  Diantaranya warung yang berada di Jalan Brotonegoro Perumahan Gresik Kota Baru (GKB). Selebihnya di sekitar wilayah Kecamatan Manyar. Warung-warung itu diminta untuk tutup sementara.

“Penutupan warung ini dikarenakan tidak sesuai dengan Perda Kabupaten Gresik Nomor 19 Tahun 2004 tentang Larangan Peredaran Miras, dan Perda Kabupaten Gresik nomer Nomor 22 Tahun 2004 tentang Pelarangan Pelacuran dan Perbuatan Cabul,” kata Camat Manyar Jairuddin, Selasa (6/5).

Tim yang tergabung dalam penertiban itu, Satpol PP, Koramil, dan Polsek Manyar serta Kades Suci. Tim itu  berkeliling melakukan penertiban terhadap warung yang diduga menyediakan miras serta pelayan perempuannya berpakaian seksi.

“Waktu tadi penertiban, ada sejumlah pelayan yang memakai baju seksi lari terbirit-birit menyelematkan diri. Mungkin takut dibawa,” ujar Jairuddin.

Masih kata Jaerudin, pemilik warung yang usahanya ditutup sementara, bisa membuka kembali asal sesuai komitmen mereka tidak lagi menyediakan miras maupun menyediakan perempuan berpakaian seksi. Sebab, jika sampai diulangi lagi pihaknya tidak segan-segan menutup operasional selamanya.
“Mereka boleh berjualan lagi asal tidak menjual miras dan pakaian pelayannya sopan,” pungkas mantan kepala badan penanggulangan bencana alam Jairuddin. (win/vet/portalgresik.com)


Post a Comment