Ads (728x90)


Bangkalan - Sekelompok aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesi (GMNI) Bangkalan, Jawa Timur, Rabu, berunjuk rasa ke Mapolres setempat, meminta agar institusi itu mengusut kasus dugaan korupsi Universitas Trunojoyo Madura.

Dalam aksinya mahasiswa ini menuntut agar aparat kepolisian mengusut tuntas indikasi korupsi yang dilakukan oknum Rektorat kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM) pada proyek pembangunan infrastruktur.

Menurut korlap aksi itu Dony Julian Syah, aroma korupsi di UTM itu tercium pada saat GMNI menggelar audiensi dengan pihak rektorat untuk meminta dukumen Rencana Kerjas Syarat-syarat (RKS) dan dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB).

"Sebelum aksi ke Mapolres ini kami sempat melakukan aksi di kampus, namun pihak Rektorat tidak mengindahkan tuntutan kami," ucap Dony.

Selain itu, pihak kampus juga tidak bersedia memberikan dokumen RKS dan RKB dengan alasan masuk dalam kategori rahasia negara. Padahal berdasarkan Undang-undang tentang keterbukaan informasi publik, yakni Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 pada pasal 17 dijelaskan bahwa RKS dan RAB bukan termasuk dalam ketentuan rahasia negara.

"Kami menilai ada indikasi yang tidak beres, dan oleh karena kami bergerak turun jalan menuntut aparat penegak hukum turun tangan mengusut kasus ini," tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Sulistijono menyatakan, akan menampung aspirasi dari mahasiswa. Selajutknya akan melakukan penyelidikan terkait kasus korupsi tersebut.

"Kami tidak mua memastikan, namun yang jelas kami akan segera menindak lanjuti tuntutan mahasiswa ini," ujarnya.

Kepala kejaksaan Negeri Bangkalan Juli Sulistiyanto, sebelumnya menyatakan, indikasi kasus dugaan korupsi di UTM Bangkalan sebelumnya memang pernah disampaikan ke pihak Kejari, namun belum ditindak lanjuti lebih serius.

Kejari masih mengumpulkan alat bukti, berupa data pengumpulan alat keterangan kepada sejumlah pihak yang diduga mengetahui kasus itu.

Unjuk rasa massa GMN di Mapolres Bangkalan ini, sempat mengganggu arus lalu lintas di Jalan Soekarno-Hatta, karena massa sempat menutup jalur lalu lintas dari arah Kamal, Bangkalan menuju Sampang.

Namun, aksi tutup jalan itu tidak berlangsung lama, yakni hanya sekitar 15 menit, dan setelah itu massa bergerak menuju kantor Mapolres Bangkalan sambil menyebarkan brosur dan membentangkan poster dan spanduk yang berisi tuntutan mereka.


Sumber : Antara